Tampilkan postingan dengan label Mengenal Shohabat nabi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mengenal Shohabat nabi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Januari 2009

Sahabat Utsman bin Affan

Utsman bin ‘Affan

Anak-anak semoga kalian mendapat rahmat Alloh ta`ala, sekarang kita akan mengenal dan memeNama lengkapnya adalah ‘Utsman bin `Affan bin Abi `Ash bin Umayah bin `Abdi Syams bin `Abdi Manaf al Umawy al Qurasy, ketahuilah pada masa jahiliyah beliau dipanggil dengan Abu ‘Amr kemudian berubah pada masa Islam nama julukannya (kunyah) adalah Abu ‘Abdillah. Beliau juga digelari dengan sebutan “Dzunnuraini”, dikarenakan beliau menikahi dua puteri Rosululloh shallallahu ‘alaihi wassalam yaitu Ruqoyah dan Ummu Kaltsum. Ibunya bernama Arwa’ bin Kuraiz bin Robi’ah bin Habib bin ‘Abdi Syams yang kemudian juga menganut .

Imam Muslim telah meriwayatkan dari ‘Aisyah, seraya berkata,” Pada suatu hari Rosululloh sedang duduk dimana paha (paha bagian bawah yang berdekatan dengan lutut bagian atas) beliau terbuka, maka Abu Bakar meminta izin kepada beliau untuk menutupinya dan beliau mengizinkannya, lalu paha beliau tetap dalam keadaan semula (terbuka). Kemudian `Umar minta izin untuk menutupinya dan beliau mengizinkannnya, lalu paha beliau tetap dalam keadaan semula (terbuka), ketika `Utsman meminta izin kepada beliau, amaka beliau melepaskan pakaiannya (untuk menutupi paha terbuka). Ketika mereka telah pergi, maka aku (`Aisyah) bertanya,”Wahai Rosululloh, Abu Bakar dan `Umar telah meminta izin kepadamu untuk menutupinya dan engkau mengizinkan keduanya, tetapi engkau tetap berada dalam keadaan semula (membiarkan pahamu terbuka), sedangkan ketika `Utsman meminta izin kepadamu, maka engkau melepaskan pakainanmu (dipakai untuk menutupinya). Maka Rosululloh menjawab,” Wahai `Aisyah, Bagaimana aku tidak merasa malu dari seseorang yang malaikat saja merasa malu kepadanya”.


Anak-anak yang penuh semangat semoga kalian dimudahkan oleh Robbuna, tentu kalian mengetahui dengan benar peristiwa tidak pernah akan terlupakan dalam sejarah umat islam adalah saat beliau membukukan Al-Qura’an dalam satu versi bacaan dan membuat beberapa salinannya yang dikirim kebeberapa negeri negeri Islam. Serta memerintahkan umat Islam agar berpatokan kepadanya dan memusnahkan mushaf yang dianggap bertentangan dengan salinan tersebut. Biidzinillah, melalui tindakan beliau ini umat Islam dapat memelihara ke kemurnian Al-Qur’an sampai sekarang ini. Semoga Allah ta`ala membalasnya dengan balasan yang terbaik.

Diwayatkan dari oleh Imam Ahmad bin Hanbal dalam kitab Musnadnya dari yunus bahwa ketika al Hasan ditanya tentang orang yang beristirahat pada waktu tengah hari di masjid ?. maka ia menjawab,”Aku melihat `Utsman bin `Affan beristiraharit di masjid, padahal beliau sebagai Kholifah, dan ketika ia berdiri nampak sekali bekas kerikil pada bagian rusuknya, sehingga kami berkata,” Ini amirul mukminin, Ini amirul mukminin..”

Diriwayatkan oleh Abu Na’im dalam kitabnya “Hilyah al Auliyah” dari Ibnu Sirin bahwa ketika `Utsman terbunuh, maka isteri beliau berkata,” Mereka (khowarij/pemberontak)telah tega membunuhnya, padahal mereka telah menghidupkan seluruh malam dengan Al-Quran”.

Ibnu Abi Hatim telah meriwayatkan dari Abdullah bin Umar, seraya ia berkata dengan firman Allah”. “(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Rabbnya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (Qs Az-Zumar:9) yang dimaksud adalah `Utsman bin Affan.

Beliau wafat pada tahun 35 H pada pertengahan tasyriq tanggal 12 DzulHijjah tahun 35 H. Demikianlah kisah seorang sahabat Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wassalam yang telah dijamin masuk jannah dan beliau dibunuh oleh sesama muslim dan ketahuilah wahai anak-anak sesungguhnya para sahabat nabi berkeinginana membela beliau bahakan `Ali Bin Abi Tholib dan Zubair bin Awwam mengirimkan putra-putra mereka untuk menjaga beliau, tetapi beliau menolaknya dengan alasan ingin menjaga kehormatan dan darah muslim. Namun Para pemberontak tetap melakukan pembunuhan atas beliau di masa senja usia belia. Semoga Allah ta`ala memberikan balasan atas jasa-jasa beliau.

Anak-anak di jalan Alloh semoga kalian diberkahi, marilah kita berusaha mengikuti jejak beliau dalam kehidupan ini. Semoga kita semua oleh-Nya dimudahkan dalam mengamalkan amal-amal kebajikan dan dijauhkankan dari fitnah. Amin.

Baca Selengkapnya »»

Sabtu, 27 Desember 2008

Umar bin Khaththab

`Umar bin Khaththab


Anak- anak semoga Alloh merohmati kalian semua, setelah kita mengenal Abu Bakar ash Shiddiq kita akan mengenal pengganti beliau yaitu Khulafaur Rosyidin yang kedua. Nama lengkap beliau adalah `Umar bin Khoththob bin Nufail bin `abdul `Uzza, lahir di Makkah, dari Bani Adi, keturunan suku Quraisy. Orangtua beliau bernama Khaththab bin Nufail Al Mahzumi Al Quraisyi dan Hantamah binti Hasyim.
Beliau yang pertama dipanggil Amirul Mu'minin `Umar ibnul Khaththab. sedangkan Abu Bdipanggil Kholifatul Rosulillah. `Umar dijuluki oleh ­Rosulullah shallallahu `alaihi wassalm dengan julukan Al Faruq.
`Umar selalu meminta pendapat para shohabat termasuk `Ali bin Abi Tholib termasuk untuk keluar memerangi Persia dan Romawi dan beliau menerima masukan itu.

Di tahun yang sama (16 H), terjadi pula Perang Jalaula'. Yazdasir putra Kisra berhasil dikalahkan. Takrit berhasil ditaklukkan. Umar berangkat berperang kemudian menaklukkan Baitul Maqdis dan menyampaikan khotbahnya yang sangat terkenal di al-Jabiah. Pada tahun ini juga, Qonasrin ditaklukkan dengan kekerasan. Halab, Anthokiah, dan Manbaj ditundukkan lewat pertempuran.
Tahun 17 Hijriyah, `Umar memperluas Masjid Nabawi. Pada masa pemerintahan bekliau pernah terjadi kemarau panjang sehingga beliau mengajak penduduk untuk sholat minta hujan. Dengan perantaraan do'a `Abbas bin `Abdil Mutholib seorang paman nabi, hujan pun turun. Ibnu Sa'ad meriwayatkan bahwa Umar keluar untuk sholat meminta hujan, ia mengenakan selendang Rosulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Pada tahun ini pula, al-Ahwaz ditaklukkan secara damai.

Anak-anak ketahuilah pernah terjadi suatu musibah yang dahsyat, yaitu wabah tho`un dimana tentara islam yang Syam mendapat musibah wabah tho'un pada tahun 12 Hijriah. Setelah mendengar hal ini, `Umar yang menuju Madinah ingin kembali lagi ke Syam. Beliau lalu meminta pendapat para sahabatnya. Para shohabat berselisih pendapat ada yang setuju da yang tidak, kemudian `Abdurrahman bin `Auf datang dan menyampaikan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda,

"Apabila kalian mendengar terjadinya suatu wabah di suatu negeri, janganlah kalian datang ke negeri tersebut. Dan apabila terjadi wabah di suatu negeri, sedangkan kalian tengah berada di negeri tersebut, janganlah kalian keluar melarikan diri dari sana. "

Karena itu, Umar kembali lagi ke Madinah.
Pada tahun 19 Hijriyah, Qisariah ditaklukkan lewat peerangan. Sedangkan pada tahun 12 Hijriyah, Mesir ditundukkan lewat serangan yang pasukan islam dipimpin shahabat `Amru bin `Ash. Dikatakan bahwa Mesir secara keseluruhan ditaklukkan secara damai kecuali Iskandariah. Di tahun ini pula Maroko di benua Afrika ditaklukkan jug lewat peperangan. Kholifah `Umar mengusir yahudi dari Khoibar dan Najron.

Tahun 21 Hijriyah, Iskandariah dan Nahawand ditaklukkan melalui pertempuran yang dahsyat . Tahun 22 Hijriyah Adzerbaijan ditaklukkan dengan kekuatan, tetapi ada pula yang mengatakan bahwa negeri ini ditaklukkan dengan cara damai. Pada tahun ini pula, Dainur, Hamdan, Tripoli Barat, dan Rayyi ditaklukkan melalui kekuatan senjata. Pada tahun ke­ 23 Hijriyah, sisa-sisa negeri Persia ditaklukkan yang meliputi negeri Kroman, Sajistan, Ashbahan, dan berbagai pelosoknya. Pada akhir tahun 23 Hijriyah, Amirul Mukminin `Umar menunaikan ibadah haji.

Sa'id bin Musayyab berkata, "Setelah nafar (berangkat) dari Mina, `Umar singgah di Abthakh kemudian duduk bersila dan mengucapkan do'a seraya mengangkat kedua tangannya,

"Ya Allah, usiaku telah lanjut, kekuatanku telah mulai lemah, rakyatku telah tersebar luas. Karenanya, panggillah aku kepada-­Mu tanpa ada kewajiban yang aku sia-siakan atau amalan yang melewati batas.”

Pada penghujung bulan Dzulhijjah tahun 23 Hijriyah, `Umar ibnul Khaththab syahid terbunuh.

Imam Bukhori meriwayatkan dari Aslam bahwa Khalifah Umar pernah berdo'a,

"Ya Allah, karuniailah aku mati syahid di jalan-Mu dan jadikan­lah kematianku di negeri Rasul-Mu.”

Anak-anak yang Alloh membrikan kebaikan pada kalian, insya Allah tentu kalian sudah mengetahui orang yang membunuh Umar adalah seorang Majusi bernama Abdul Mughirah yang biasa dipanggil Abu Lu'lu'ah. Ia membunuh `Umar karena ia pernah datang mengadu kepada `Umar tentang berat dan banyaknya pajak yang harus dia keluarkan, tetapi `Umar menjawab, "Pajak mutidak terlalu banyak." Dia kemudian pergi sambil menggerutu, "Keadilannya men­jangkau semua orang kecuali aku." Ia lalu berjanji akan membunuhnya. Ia persiapkan sebuah pisau belati yang telah diasah dan diolesi dengan racun . Saat `Umar berangkat ke masjid seperti biasanya menunaikan shalat shubuh, langsung saja ia menyerang dan dtikamnya `Umar dengan tiga tikaman dan berhasil merobohkannya. Kemudian setiap orang yang berusaha mengepung dirinya diserangnya pula sampai ada salah seorang yang berhasil menjaringkan kain kepadanya. Setelah melihat bahwa dirinya terikat dan tidak bisamelarikan diri, dia membunuh dirinya dengan pisau belati yang dibawanya.

Namun sebagian mengatakan pembunuhan juga berdasarkan dendam atas kekalahan Persia melawan islam. Ketika diberitahukan bahwa pembunuhnya adalah Abu Lu’lu’ah, `Umar berkata, "Segala puji bagi Alloh yang tidak menjadikan kematianku di tangan seorang muslim." `Umar kemudian berwasiat kepada putranya, "Wahai Abdulloh, periksalah utang-­utangku!"

Setelah dihitung, ternyata `Umar mempunyai utang sejumlah 86.000 dirham. `Umar lalu berkata, "Jika harta keluarga `Umar sudah mencukupi, bayarlah dari harta mereka. Jika tidak mencukupi, pintalah kepada bani Adi. Jika harta mereka juga belum mencukupi, mintalah kepada Quraisy." Selanjutnya `Umar berkata kepada anaknya, "Pergilah menemui Ummul Mukminin `Aisyah! Katakan bahwa `Umar meminta izin untuk dikubur berdampingan dengan kedua sahabatnya (maksudnya Nabi dan Abu Bakar )." Mendengar permintaan ini, `Aisyah menjawab, "Sebetulnya tempat itu kuinginkan untuk diriku sendiri, tetapi biarlah sekarang kuberikan kepadanya." Setelah hal ini disampaikan kepadanya, `Umar langsung memuji Alloh.

Sebagian shohabat berkata kepada `Umar, "Tunjuklah orang yang engkau pandang berhak menggantikanmu." Umar kemudian menjadi­kan urusan ini sepeninggalnya sebagai hal yang disyurakan antara enam orang, yaitu `Utsman bin `Affan, `Ali bin Abu Thalib, Tholhah bin `Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Sa'ad bin Abi Waqqosh, dan `Abdurrahman bin `Auf . Dan `Umar berkata, "Saya tidak menanggung urusan mereka semasa hidup ataupun sesudah mati. Jika Alloh menghendaki kebaikan buat kalian, Alloh akan menghimpun urusan kalian pada orang yang terbaik di antara mereka sebagaimana Alloh telah menghimpun kalian pada orang yang terbaik di antara kalian sesudah Nabi kalian."

Demikianlah anak-anak semoga kalian diberi taufik oleh Robb kita, kisah amirul mukminin `Umar bin Khaththab yang meninggal syahid, semoga kita dimudahkan oleh Alloh mengikuti langkahnya menjadi muslim sejati. Amin.

Baca Selengkapnya »»

Rabu, 10 Desember 2008

Abu bakar Ash Shiddiq

Abu Bakar Ash Shiddiq

Anak-anak semoga Alloh menjaga kalian, sekarang kita akan mengenal shohabat termulia yaitu Abu bakar ash Shiddiq.
Abu Bakar ash Shiddiq mempunyai nama asli `Abdullah bin `Utsman bin Amir bin `Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murroh bin Ka’ab bin Lu’ai bin Gholib bin Fihr Al-Quraisy At-Taimi.
Sedangkan nama ibunda beliau adalah Ummu Al-Khoir Salma binti Shokhr bin Amir bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim. Kedua ibu bapak beliau berasal dari sebuah kabilah bernama Bani Taim. Ayah beliau memiliki nama qunyah yaituAbu Quhafah. Pada masa jahiliyah, Abu Bakar diberi gelar “Atiq”.


Abu bakar diangkat menjadi Kholifah setelah nabi Muhammad wafat dan beliau dingkat dan dibai`at oleh seluruh kaum muslimin saat itu.
Ketahuilah oleh kalian jasa-jasa beliau sangat banyak diantaranya:
Pada tahun 12 H, Abu Bakar memerintahkan Zaid bin Tsabit mengumpulkan Al-Qur’an dari semua tempat semisal yang ditulis di kulit, dedaunan, maupun dari hafalan yang tersimpan dalam dada kaum musliminterutama para shohabat. beliau lakukan hal itusetelah para Qori’ penghafal Al-Qur’an banyak yang meninggal di dalam Perang Yamamah. Zaid bin Tsabit berkata, “Abu Bakar mengirim surat kepadaku tentang orang-orang yang terbunuh di perang Yamamah. Pada saat aku mendatanginya, aku melihat `Umar bin Khothob berada disampingnya. Abu Bakar lalu berkata, "Umar mendatangiku dan berkata, "Sungguh banyak qori’ penghafal Al-Qur’an yang gugur dalam Perang Yamamah. Aku takut jika para qori’ yang masih hidupt erbunuh dalam peperangan lainnya yang akan mengakibatkan hilangnya sebagaian besar dari ayat Al-Qur’an. Menurutku engkau harus memrintahkan segera mengumpulkan dan membukukan Al-Qur’an."
Aku (Abu Bakar) bertanya kepada `Umar, "Bagaimana aku melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan Rosululloh?" Umar menjawab, “Demi Alloh ini adalah kebaikan!’” Lalu `Umar terus menuntut kepada Abu Bakar hingga Alloh melapangkan dadanya untuk segera melaksanakannya, dan akhirnya Abu Bakar setuju dengan pendapat `Umar.

Zaid bin Tsabit berkata, “Kemudian Abu Bakar berkata kepadaku, "Engkau seorang pemuda yang pandai, berakal, dan amanah. Selain itu, engkau telah terbiasa menulis wahyu untuk Rosululloh, maka carilah seluruh ayat Al-Qur’an yang berserakan dan kumpulkanlah!’” Lalu, Zaid berkata pada dirinya sendiri, “Demi Alloh, jika mereka perintahkan diriku untuk memikul sebuah gunung itu lebih ringan bagiku daripada melaksanakan perintah Abu Bakar untuk mengumpulkan Al-Qur’an.” Kemudian Zaid bin Tsabit mulai mengumpulkan Al-Qur’an yang ada di daun-daun, kulit, hafalan para penghafal Al-Qur’an dari kalangan shohabat.

Beliau adalah seorang yang teguh memgang wasiat nabi, diantaranya beliau tetap memrintahkan pasukan Usamah bin Zaid bin Haritsah untuk tetap berangkat bertempur ke Romawi walau mayoritas shohabat berpendapat untuk membatalkannya demi keamanan madinah yang sedang dikepung oleh aksi permurtadan para kabilah arab setelah Rosululloh wafat. Bahkan beliau juga mengadakan pengerahan pasukan untuk menundukkan kabilah-kabilah arab yang murtad, enggan membayar zajkat dan juga memrangi nabi-nabi palsu semisal Musailamah di yamamah dan lainnya. Alhamdulillah Alloh berikan kemenangan sehingga jaziroh arab kembali dalam pangkuan islam
Ketahulah pula anak-anak semoga Alloh merohmati kalian beliau adalah seorang pemurah.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari `Umar Bin Khothob, dia berkata, “Rosululloh menyuruh kami untuk mengeluarkan shodaqoh. Kebetulan saat itu aku sedang memiliki harta. Lalu aku katakan, "Hari ini aku akan mengalahkan Abu Bakar dimana aku tidak pernah mengalahkan Abu Bakar sebelum ini. Aku datang kepada Rosululloh untuk menginfakkan sebagian dari harta milikku" Rosululloh bertanya kepadaku, "Lalu apa yang kamu sisakan untuk keluargamu" Aku katakan kepada Rosululloh bahwa aku meninggalkan (untuk keluargaku) seperti apa yang aku infakkan ( setengah harta )untuk keluargaku . Kemudian Abu Bakar datang kepada Rosululloh dengan menginfakkan seluruh hartanya. Rosululloh menanyakan padanya, "Lalu apa yang engkau sisakan untuk keluargamu?" Abu Bakar menjawab, "Aku sisakan untuk mereka Alloh dan Rosululloh." Aku (`Umar) berkata setelah itu bahwa aku tidak mungkin untuk mengalahkannya dalam segala hal untuk selamanya.” (HR. Abu Daud wa Tirmidzi).

Ada kisah lain tentang beliau, baca ya dengan seksama anak-anak...
Ibnu Umar pernah ditanya, “Siapa yang memberikan fatwa di zaman Rosululloh?” Dia berkata, “Abu Bakar dan `Umar. Aku tidak tahu orang lain selain mereka berdua.” Pada suatu saat, Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam berkhutbah dihadapan para sahabat, lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya Alloh Yang Maha Agung telah memberikan pilihan kepada seorang hamba antara dunia dan akhirat. Lalu, hamba itu memilih apa yang ada di sisi Alloh.” Ketika mendengar hal itu, Abu Bakar menangis lalu berkata, “Kami menjadikan anak-anak dan ibu-ibu kami sebagai jaminan.” Kami (para shohabat ) merasa aneh dengan tangisannya yang spontan tatkala Rosululloh memberitahukan tentang seorang hamba yang diberi dua pilihan. Rosululloh adalah orang yang diberi pilihan itu, sedangkan Abu Bakar adalah orang yang pandai di antara kami. Rosululloh kemudian bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling setia dalam persahabatannya denganku dan dalam hartanya, adalah Abu Bakar. Seandainya aku diizinkan mengambil seseorang mejadi kekasih selain Robbku, pasti aku akan jadikan Abu Bakar sebagai kekasih. Namun aku menjadikan dia sebagai saudara seagama yang penuh cinta.”
(HR. Bukhori wa Muslim)

Ibnu Katsir berkata, “Abu Bakar adalah sahabat yang paling baik bacaannya,yakni dialah yang paling mengerti tentang Al-Qur’an. Karena itu Rosululloh menjadikannya sebagai imam shalat para shohabat.” Beliau juga adalah yang paling memahami sunnah nabi.
Dari Abdullah bin Umar, dia berkata, “Kami diperintahkan memilih orang-orang (yang paling utama) di zaman Rosululloh, lalu kami memilih Abu Bakar, lalu `Umar, kemudian `Utsman.”
(HR. Bukhori)
Dari Muhammad bin `Alin Abi Tholib, dia berkata, “Aku menanyakan pada ayahku, siapa manusia yang paling baik setelah Rosululloh?” Beliau menjawab, “Abu Bakar.” Kemudian aku tanyakan lagi, “Siapa setelahnya?” Beliau menjawab, “`Umar.” Dan aku takut jika dia menyebut `Utsman setelahnya. Maka kukatakanpada beliau, “Setelah itu pasti Anda.” Namun beliau menjawab, “Aku hanyalah salah seorang dari kaum muslimin.”(HR. Bukhari)

Ketahuilah juga bagaimana beliau diangkat menjadi kholifah ba`da nabi wafat.
Al-Waqidi meriwayatkan dari `Aisyah, “Sesungguhnya Abu Bakar di ba’iat pada saat Rosululloh wafat, pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awwal 11 Hijriyah.”
Imam Az-Zuhri berkata, “Diriwayatkan dari Anas bin Malik, dia berkata, "Aku mendengar `Umar berkata pada hari itu (hari wafatnya Rosululloh) kepada Abu Bakar, "Naiklah ke atas mimbar," maka ia (`Umar) pun terus menuntut hingga Abu Bakar naik ke atas mimbar dan di ba’iat oleh seluruh kaum muslimin.”
Inilah bukti bahwa para shohabat dari kalangan Muhajirin maupun Anshor telah sepakat untuk mengangkat Abu Bakar sebagai kholifah.

Abu Bakar wafat pada hari Senin di malam hari. Ada pula yang mengatakan bahwa Abu Bakar wafat setelah maghrib (malam selasa) dan dikuburkan pada malam itu juga, yaitu tepatnya delapan hari sebelum berakhirnya bulan Jumadil Akhir 13 Hijriyah. Sebelum meninggal, Abu Bakar sakit selama lima belas hari.Sewaktu beliau sakit, Abu Bakar mewasiatkan agar tampuk pemerintahan kelak diberikan kepada `Umar bin Khathab.

Abu Bakar memimpin sebagai khalifah selama dua tahun tiga bulan. Beliau wafat pada umar 63 tahun. Di antara wasiat Abu Bakar kepada `Aisyah, “Aku tidak meninggalkan harta untuk kalian kecuali hewan yang sedang hamil, serta budak yang selalu membantu kita membuat pedang kaum muslimin. Oleh karena itu, jika aku wafat, tolong berikan seluruhnya kepada `Umar.” Ketika `Aisyah menunaikan wasiat ayahnya itu kepada `Umar, maka Umar berkata, “Semoga Alloh merohmati Abu Bakar. Sesungguhnya dia telah membuat kesulitan (untuk mengikutinya) bagi orang-orang yang menjadi kholifah setelahnya.”
Beliau dimakamkan berdampingan dengan makam Rosululloh yang terletak di dalam kamar `Aisyah. Beliau pun di shalatkan oleh `Umar bin Khathab.

Baca Selengkapnya »»