Rabu, 14 Januari 2009

Cerita Untuk Anak

Cerita Dalam Dunia Anak


Oleh: Al-Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman Bintu ‘Imran

Cerita fiksi, dengan niat sebaik apapun -termasuk “berdakwah”, tetaplah kedustaan. Sehingga tak sepantasnya anak-anak kita dijejali oleh beragam cerita rekaan yang hanya akan memperkuat fantasi khayalnya. Terlebih cerita-cerita tersebut, baik yang berbentuk cerpen, komik, ataupun novel, mengandung hal-hal yang bisa merusak akidah mereka.

Kalau kita berkunjung ke perpustakaan atau toko buku, deretan buku cerita untuk anak-anak sangat mudah kita jumpai. Dari cerita legenda sampai yang bertema agama. Mulai cerita daerah sampai cerita yang diadopsi dari negeri asing.



Memang, anak-anak –sebagaimana orang dewasa– sangat menyukai cerita. Cerita memang bisa menjadi media yang sangat efektif untuk menyampaikan dan menanamkan berbagai nilai, baik positif maupun negatif, pada diri anak.

Namun sayang, sebagian besar cerita yang disuguhkan kepada anak-anak adalah cerita fiksi. Dengan kata lain, menyuguhkan kedustaan dan khayalan. Ironisnya, cerita-cerita seperti inilah yang justru digemari oleh anak-anak, termasuk anak-anak kaum muslimin. Karakter-karakter khayal dan asing dengan alur cerita yang mengasyikkan membuat mereka menjadi pengkhayal; ingin menjadi seorang “jagoan” yang perkasa atau seorang “putri” yang lembut dan jelita.

Isi cerita pun turut mendukung kerusakan yang ada. Cerita yang seram dan menakutkan membuat anak menjadi ciut nyali dan kehilangan keberaniannya. Bahkan banyak cerita yang nyaris meruntuhkan tauhid. Cerita tentang “kantong ajaib” sampai “peri yang baik” bisa membuat anak percaya, segala yang mereka inginkan bisa tercapai bukan melalui kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Wal ‘iyadzu billah!

Kalaupun ada cerita bertema agama –baik yang tercantum di rubrik-rubrik kisah majalah anak ataupun yang terbukukan–, seringkali yang ada adalah cerita rekaan, atau kisah-kisah yang benar namun dibumbui dengan berbagai tambahan dan pengurangan. Semuanya berujung pada kedustaan.

Tidak dipungkiri, cerita dapat menimbulkan pengaruh bagi yang mendengar atau membacanya. Oleh karena itulah di dalam Al-Qur`an kita dapati berbagai kisah yang bermanfaat, tentang para nabi ataupun umat-umat terdahulu. Begitu pula Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, menuturkan kisah-kisah dengan bahasa yang begitu fasih, penyampaian yang begitu jelas dan gamblang.

Namun bedanya, kisah-kisah dalam Al-Qur`an maupun yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berisi tentang kenyataan yang benar-benar terjadi dan jauh dari sekadar dusta dan khayalan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي اْلأَلْبَابِ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَى وَلَكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal. Al-Qur`an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi sebagai pembenar kitab-kitab yang sebelumnya dan penjelas segala sesuatu, dan sebagai petunjuk serta rahmat bagi kaum yang beriman.(Yusuf: 111)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman pula tentang Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى. إِنْ هُوَ إِلاَّ وَحْيٌ يُوْحَى

“Tidaklah dia berkata dari hawa nafsunya. Yang dikatakannya itu tidak lain wahyu yang diwahyukan.” (An-Najm: 3-4)

Maka dari itu, mestinya kita benar-benar memerhatikan ketika hendak memilihkan bacaan, menuliskan cerita atau menuturkan kisah kepada anak-anak. Tak boleh ada unsur kedustaan sepanjang cerita itu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Kitab-Nya:

إِنَّمَا يَفْتَرِي الْكَذِبَ الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِ اللهِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْكَاذِبُونَ

“Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.” (An-Nahl: 105)

Dusta, biarpun dalam rangka berkisah yang sifatnya menghibur anak-anak, tetaplah dilarang. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyatakan hal itu dalam sabda beliau yang diriwayatkan oleh Bahz bin Hakim dari ayahnya dari kakeknya, dia berkata: Aku mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ بِالْحَدِيْثِ لِيُضْحِكَ بِهِ القَوْمَ فَيَكْذِبُ، وَيْلٌ لَهُ، وَيْلٌ لَهُ

“Binasalah orang yang berbicara untuk membuat orang-orang tertawa dengan ucapannya, lalu dia berdusta. Binasalah dia, binasalah dia!” (HR. At-Tirmidzi no. 2315, dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi)

Oleh karena itu, kita perlu waspada dan ekstra hati-hati agar tidak terjerumus dalam perbuatan seperti ini. Apalagi jika kita terbiasa membuat-buat dongeng atau cerita rekaan, hingga tanpa terasa kita jadi terbiasa berdusta. Sementara Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan bahwa orang yang terbiasa berdusta akan dicatat di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai seorang pendusta. Na’udzu billah!

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَىيَهْدِي إِلَى الْفُجُوْرِ وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَ البِرِّ وَإِنَّ البِرَّ يَهْدِي إلَى الْجَنَّةِ ومَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا، وَإِنَّ الْكَذِبَ هْدِي إِلَى النَّارِ، وَلاَ يَزَالُ الْعَبْدُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا

“Sesungguhnya kejujuran akan membimbing pada kebaikan, dan kebaikan akan membimbing ke surga, dan seseorang senantiasa jujur dan membiasakan untuk jujur hingga dicatat di sisi Allah sebagai seorang yang jujur. Dan sesungguhnya dusta akan membimbing pada kejahatan, dan kejahatan akan membimbing ke neraka, dan seorang hamba senantiasa berdusta dan membiasakan untuk dusta hingga dicatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta. (HR. Al-Bukhari no. 6094 dan Muslim no. 2607)

Dusta juga termasuk perangai orang munafik. Demikian dinyatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabda beliau yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ

“Tanda orang munafik itu ada tiga: bila bicara dia dusta, bila berjanji dia mengingkari, dan bila diberi amanah dia mengkhianati.” (HR. Al-Bukhari no. 33 dan Muslim no. 107)

Lebih dari itu, dusta merupakan dosa besar yang diancam dengan azab di neraka, sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Samurah bin Jundab radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa suatu pagi, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada para sahabat:

دُو مِنْإِنَّهُ أَتَانِي اللَّيْلَةَ آتِيَانِ وَإِنَّهُمَا ابْتَعَثَانِي وَإِنَّهُمَا قَالاَ لِي: انْطَلِقْ. وَإِنِّي انْطَلَقْتُ مَعَهُمَا…- الْحَدِيثَ- وَفِيهِ: وَأَمَّا الرَّجُلُ الَّذِي أَتَيْتَ عَلَيْهِ يُشَرْشِرُ شِدْقَهُ إِلَى قَفَاهُ وَمِنْخَرَهُ إِلَى قَفَاهُ وَعَيْنَهُ إِلَى قَفَاهُ فَإِنَّهُ الرَّجُلُ يَغْ بَيْتِهِ فَيَكْذِبُ الْكِذْبَةَ تَبْلُغُ الْآفَاقَ

“Semalam aku didatangi oleh dua orang malaikat, lalu mereka berdua mengajakku pergi. Mereka berkata padaku, ‘Mari kita pergi!’ Aku pun pergi bersama mereka berdua….” (sampai beliau mengatakan), “Adapun orang yang kaulihat sedang merobek/memotong mulutnya hingga ke tengkuknya, hidungnya hingga ke tengkuknya, kedua matanya hingga ke tengkuknya adalah orang yang suka berangkat di pagi hari dari rumahnya, lalu dia membuat kedustaan, sampai kedustaan itu mencapai seluruh penjuru.” (HR. Al-Bukhari no. 7047)

Orang seperti ini berhak mendapatkan azab, karena berbagai kerusakan yang timbul dari kedustaan yang dibuatnya. Sementara, dia melakukan dusta itu dengan keinginannya, bukan karena dipaksa atau karena terdesak. (Fathul Bari, 12/557)

Ancaman apa lagi yang lebih mengerikan daripada azab seperti ini?

Kalau memang kita ingin memberikan kisah-kisah untuk memberikan pelajaran kepada anak dan menanamkan akhlak yang baik, kita bisa mengambil cerita-cerita yang ada di dalam Al-Qur`an dan hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih. Atau melalui kisah hidup Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat beliau radhiyallahu ‘anhum, dari kitab-kitab biografi yang ditulis oleh para ulama, yang di dalamnya sarat dengan keteladanan dan pelajaran serta dituturkan sebagaimana jalan cerita yang ada, tanpa pengurangan dan penambahan, sekalipun kita menuturkannya dengan bahasa anak-anak.

Yang banyak pula ditemukan sekarang ini, kisah-kisah para tokoh Islam, baik dari kalangan para rasul, sahabat, dan yang lainnya, dalam bentuk cerita bergambar. Nabi Adam ‘alaihissalam maupun nabi-nabi yang lain digambarkan sedemikian rupa dalam ilustrasi buku cerita maupun karakter film kartun. Begitu pula tokoh-tokoh yang lainnya.

Yang seperti ini dilarang, karena jelas-jelas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kita membuat gambar-gambar makhluk bernyawa ataupun menyimpannya di dalam rumah. Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma pernah mengatakan:

سَمِعْتُ مُحَمَّدًا صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: مَنْ صَوَّرَ صُوْرَةً فِي الدُّنْيَا كُلِّفَ أَنْ يَنْفُخَ فِيْهَا الرُّوْحَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَلَيْسَ بِنَافِخٍ

“Aku pernah mendengar Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Siapa yang membuat sebuah gambar (makhluk hidup) di dunia, ia akan dibebani untuk meniupkan ruh kepada gambar tersebut pada hari kiamat, padahal ia tidak bisa meniupkannya’.” (HR. Al-Bukhari no. 5963 dan Muslim no. 5507)

Jabir radhiyallahu ‘anhu juga mengatakan:

نَهَى رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم عَنِ الصُّوْرَةِ فِي الْبَيْتِ وَنَهَى أَنْ يَصْنَعَ ذَلِكَ

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang memasukkan gambar (makhluk hidup) ke dalam rumah dan melarang untuk membuat yang seperti itu.” (HR. At-Tirmidzi no. 1749, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi)

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menyampaikan pula bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

إِنَّ أَصْحَابَ هَذِهِ الصُّوَرِ يُعَذَّبُوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَيُقَالُ: أَحْيُوا مَا خَلَقْتُمْ. وَقَالَ: إِنَّ الْبَيْتَ الَّذِي فِيْكَةُهِ الصُّوَرُ لاَ تَدْخُلُهُ الْمَلاَئِ

“Sesungguhnya pembuat gambar-gambar (makhluk bernyawa) seperti ini akan diazab pada hari kiamat dan dikatakan pada mereka, ‘Hidupkan apa yang kalian ciptakan ini!’.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Sesungguhnya rumah yang di dalamnya terdapat gambar-gambar (makhluk bernyawa) tidak akan dimasuki oleh malaikat.” (HR. Al-Bukhari no. 5961 dan Muslim no. 2107)

Di samping itu, perbuatan semacam ini mengandung pelecehan terhadap para nabi dan para tokoh yang digambarkan. Demikian difatwakan oleh para ulama, sebagaimana termaktub dalam fatwa Al-Lajnah Ad-Da`imah lil Buhutsil ‘Ilmiyyah wal Ifta` yang diketuai oleh Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdillah bin Baz t: “Dilarang menggambar para sahabat atau salah seorang di antara mereka, karena hal itu mengandung peremehan dan pelecehan terhadap mereka, serta mengakibatkan penghinaan terhadap para sahabat. Walaupun diyakini di sana ada maslahat, namun mafsadah yang ditimbulkan jauh lebih besar. Sementara segala sesuatu yang mafsadahnya lebih besar itu terlarang. Keputusan tentang larangan atas hal ini telah ditetapkan dalam Majlis Hai`ah Kibaril ‘Ulama. (Fatawa Al-Lajnah Ad-Da`imah lil Buhutsil ‘Ilmiyyah wal Ifta`, 1/712 no. 2044)

Bagaimana kiranya dengan menggambar para nabi yang lebih mulia daripada para sahabat? Tentu lebih jelas lagi pelarangannya.

Sudah semestinya kita bersikap bijak untuk memilah, mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang menyelamatkan dan mana yang membahayakan, baik untuk anak-anak maupun diri kita.

Wallahu ta’ala a’lamu bish-shawab.


Baca Selengkapnya »»

Tentang Ulang Tahun

Hukum Merayakan Ultah

Soal: Bagaimana hukum yang berkaitan dengan perayaan hari ulang tahun perkawinan dan hari lahir anak-anak ?

Pertanyaan ini dijawab oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Jawaban : Tidak pernah ada (dalam syar’iat tentang) perayaan dalam Islam kecuali hari Jum’at yang merupakan Ied (hari Raya) setiap pekan, dan hari pertama bulan Syawaal yang disebut hari Ied al-Fitr dan hari kesepuluh Dzulhijjah atau disebut Ied Al-Adhaa - atau sering disebut hari ‘ Ied Arafah - untuk orang yang berhaji di ‘Arafah dan hari Tasyriq (tanggal ke 11, 12, 13 bulan Dzul-Hijjah) yang merupakan hari ‘Ied yang menyertai hari Iedhul ‘Adhaa.

Perihal hari lahir orang-orang atau anak-anak atau hari ultah perkawinan dan semacamnya, semua ini tidak disyariatkan dalam (Islam) dan merupakan bid’ah yang sesat. (Syaikh Muhammad Salih Al ‘ Utsaimin)

Sumber :
Al-Bid’u wal-Muhdatsaat wa maa laa Asla Lahu- Halaman 224; Fataawa fadhilatusy-Syaikh Muhammad As-Saalih Al-’Utsaimin- Jilid 2, Halaman 302.

Dicopy dari unofficial salafy.or.id offline.

(Diterjemahkan dari tulisan Syaikh Muhammad As-Saalih Al-’Utsaimin, url sumber http://www.fatwaonline.com/fataawa/innovations/celebrations/cel003/0010428_1.htm oleh tim Salafy.or.id

Baca Selengkapnya »»

Sabtu, 10 Januari 2009

Surat Dari Gaza

SURAT DARI SAUDARA KITA SALAFY DI JALUR GAZA
Rabu, 07-Januari-2009, Penulis: Muhammad Abu Umar


Assalamualaikum, saya membaca pesan-pesan berikut yang ditulis saudara kita Muhammad Abu Umar semenjak tiga hari yang lalu di salah satu miling list salafiyah. Dan saya ingin menukilkannya di sini (Abu Abdillah Nadir Asshahid):



Bismillahirrahmanirrahim

Kepada saudara-saudaraku yang dimuliakan Allah. Saya akan bercerita singkat kepada kalian akan keadaan di kota Gaza pada hari-hari belakangan ini, bersamaan dengan tiada hentinya Yahudi melancarkan serangannya ke pusat kota.


Saya tulis (surat ini) kepada kalian sambil melilitkan selimut tebal karena cuaca yang amat dingin. Karena saya terpaksa membuka jendela di rumah karena khawatir hancur ketika (datang) suara menggelegar pesawat-pesawat tempur Yahudi disertai dentuman-dentuman bahan peledak.

Saya kumpulkan anak-anak di satu kamar dan sepanjang hari (saya) di sisi mereka. Dan mereka dalam keadaan takut. Tentu saja hal ini menjadi kondisi umum setiap keluarga di Gaza.

Kondisi ini belum lagi ditambah terputusnya saluran listrik dalam tempo yang panjang. Listrik di rumah sudah putus sejak tiga hari (yang lalu) dan saya sudah menyambung kabel lain agar listrik dapat sampai ke rumah. Dan suara ledakan-ledakan serta gelegar (pesawat-pesawat tempur) terus menerus tiada henti. Dan suara pesawat di udara sangat bising sekali.

Toko-toko, sekolah-sekolah dan kampus (semuanya) tutup. Ada dua bangunan di Universitas Islamiyah yang sudah dihancurkan sehingga tidak ada lagi yang tersisa.

Masjid-masjid menjadi target pesawat tempur, dan saya melihat sebuah masjid yang dekat dari tempat tinggal saya sudah hancur rata dengan tanah dan sekarang kami menjama’ shalat-shalat karena takut.

Jangan lupa doakan kami –saudara-saudaraku!-



Dinukil dan diterjemahkan dari http://www.sahab.net/forums/showthread.php?t=364206



“Ya Allah angkatlah penderitaan ini dari mereka, selamatkanlah saudara-saudara kami di sana, jagalah mereka yang masih hidup, sembuhkanlah mereka yang terluka dan ampunilah mereka yang gugur dan kuatkanlah ketabahan mereka”.

“Ya Allah sesungguhnya ditengah tengah mereka ada anak-anak, wanita-wanita dan orang-orang yang sudah renta, lindungilah mereka dengan penjagaanmu Ya Allah”.

“Ya Allah satukanlah barisan mereka di atas kebenaran, hilangkanlah perpecahan dari mereka, menangkanlah peperangan mereka dari musuh-musuh Mu dan mereka”.

“Ya Allah sesungguhnya kaum Yahudi telah bertindak semena-mena kepada hamba-hamba-Mu ummat kekasih-Mu, selamatkanlah kami dari kedzaliman mereka dan jadikanlah makar mereka bumerang yang membinasakan mereka. Sesunguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan doa”. (-redaksi ahlussunnah-jakarta)

http://www.sahab.net/forums/showthread.php?t=364206

http://mimbarislami.or.id/?module=artikel&action=detail&arid=153

Baca Selengkapnya »»

Nasihat Ulama Tentang Palestina

FATWA LAJNAH DA’IMAH (DEWAN TETAP ARAB SAUDI) SEPUTAR BENCANA DI JALUR GAZA Kamis, 01-Januari-2009, Penulis: Lajnah Da'imah Lil Buhuts Ilmiyah wal Ifta'


Segala puji hanyalah milik Allah Rabb semesta alam. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada nabi dan rasul yang paling mulia, nabi kita Muhammad dan kepada keluarga beliau beserta para shahabatnya dan ummatnya yang setia mengikutinya sampai akhir zaman. Wa ba’da;


Sesungguhnya Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyah wal Ifta’ (Dewan Tetap Untuk Penelitian Ilmiyah dan Fatwa) di Kerajaan Saudi Arabia mengikuti (perkembangan yang terjadi) dengan penuh kegalauan dan kesedihan akan apa yang telah terjadi dan sedang terjadi yang menimpa saudara-saudara kita muslimin Palestina dan lebih khusus lagi di Jalur Gaza, dari angkara murka dan terbunuhnya anak-anak, kaum wanita dan orang-orang yang sudah renta, dan pelanggaran-pelanggaran terhadap kehormatan, rumah-rumah serta bangunan-bangunan yang dihancurkan dan pengusiran penduduk. Tidak diragukan lagi ini adalah kejahatan dan kedzaliman terhadap penduduk Palestina.


Dan dalam menghadapi peristiwa yang menyakitkan ini wajib atas ummat Islam berdiri satu barisan bersama saudara-saudara mereka di Palestina dan bahu membahu dengan mereka, ikut membela dan membantu mereka serta bersungguh-sungguh dalam menepis kedzaliman yang menimpa mereka dengan sebab dan sarana apa pun yang mungkin dilakukan sebagai wujud dari persaudaraan seagama dan seikatan iman. Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara”. (Al Hujurat: 10) dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: “Orang-orang mukmin laki-laki dan orang-orang mukmin perempuan sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain”. (At-Taubah: 71) dan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: “Seorang mukmin bagi mukmin yang lain adalah seperti sebuah bangunan yang saling menopang, lalu beliau menautkan antar jari-jemari (kedua tangannya)”. (Muttafaqun ‘Alaihi) dan beliau juga bersabda: “Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal kasih sayang, kecintaan dan kelemah-lembutan diantara mereka adalah bagaikan satu tubuh, apabila ada satu anggotanya yang sakit maka seluruh tubuh juga merasakan sakit dan tidak bisa tidur”. (Muttafaqun ‘Alaihi) dan beliau juga bersabda: “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, dia tidak mendzalimi saudaranya, tidak menipunya, tidak memperdayanya dan tidak meremehkannya”. (HR. Muslim)

Dan pembelaan bentuknya umum mencakup banyak aspek sesuai kemampuan sambil tetap memperhatikan keadaan, apakah dalam bentuk benda atau suatu yang abstrak dan apakah dari awam muslimin berupa harta, makanan, obat-obatan, pakaian, dan yang lain sebagainya. Atau dari pihak pemerintah Arab dan negeri-negeri Islam dengan mempermudah sampainya bantuan-bantuan kepada mereka dan mengambil posisi dibelakang mereka dan membela kepentingan-kepentingan mereka di pertemuan-pertemuan, acara-acara, dan musyawarah-musyawarah antar negara dan dalam negeri. Semua itu termasuk ke dalam bekerjasama di atas kebajikan dan ketakwaan yang diperintahkan di dalam firman-Nya: “Dan bekerjasamalah kalian di atas kebajikan dan ketakwaan”. (Al Ma’idah: 2)

Dan termasuk dalam hal ini juga, menyampaikan nasihat kepada mereka dan menunjuki mereka kepada setiap kebaikan bagi mereka. Dan diantaranya yang paling besar, mendoakan mereka pada setiap waktu agar cobaan ini diangkat dari mereka dan agar bencana ini disingkap dari mereka dan mendoakan mereka agar Allah memulihkan keadaan mereka dan membimbing amalan dan ucapan mereka.

Dan sesungguhnya kami mewasiatkan kepada saudara-saudara kami kaum muslimin di Palestina untuk bertakwa kepada Allah Ta’ala dan bertaubat kepada-Nya, sebagaimana kami mewasiatkan mereka agar bersatu di atas kebenaran dan meninggalkan perpecahan dan pertikaian, serta menutup celah bagi pihak musuh yang memanfaatkan kesempatan dan akan terus memanfaatkan (kondisi ini) dengan melakukan tindak kesewenang-wenangan dan pelecehan. Dan kami menganjurkan kepada semua saudara-saudara kami untuk menempuh sebab-sebab agar terangkatnya kesewenang-wenangan terhadap negeri mereka sambil tetap menjaga keikhlasan dalam berbuat karena Allah Ta’ala dan mencari keridha’an-Nya dan mengambil bantuan dengan kesabaran dan shalat dan musyawarah dengan para ulama dan orang-orang yang berakal dan bijak disetiap urusan mereka, karena itu semua potensial kepada taufik dan benarnya langkah.

Sebagaimana kami juga mengajak kepada orang-orang yang berakal di setiap negeri dan masyarakat dunia seluruhnya untuk melihat kepada bencana ini dengan kacamata orang yang berakal dan sikap yang adil untuk memberikan kepada masyarakat Palestina hak-hak mereka dan mengangkat kedzaliman dari mereka agar mereka hidup dengan kehidupan yang mulia. Sekaligus kami juga berterima kasih kepada setiap pihak yang berlomba-lomba dalam membela dan membantu mereka dari negara-negara dan individu.

Kami mohon kepada Allah dengan nama-nama-Nya yang husna dan sifat-sifat-Nya yang tinggi untuk menyingkap kesedihan dari ummat ini dan memuliakan agama-Nya dan meninggikan kalimat-Nya dan memenangkan para wali-Nya dan menghinakan musuh-musuh-Nya dan menjadikan tipu daya mereka boomerang bagi mereka dan menjaga ummat Islam dari kejahata-kejahatan mereka, sesungguhnya Dialah Penolong kita dalam hal ini dan Dzat Yang Maha Berkuasa. Dan shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad dan kepada keluarga serta shahabatnya dan ummatnya yang mengikuti beliau dengan baik sampai hari kiamat.


Diterjemahkan dari http://www.sahab.net/home/index.php?threads_id=152

http://www.sahab.net/home/index.php?threads_id=152
http://mimbarislami.or.id/?module=artikel&action=detail&arid=151

Baca Selengkapnya »»

Senin, 05 Januari 2009

Mari bercanda dengan Anak

Mari Bercanda dengan Anak

Kepada orangtua dengarlah ucapan Ummul Mukminin `Aisyah,"Perlakukan mereka seerti anak yang msih kecil." Masya Alloh, kalimat ini begitu ringkas tapi memiliki faidah yang besar. Tentu kita sebagi orangtua memahami dengan benar bahwa anak-anak adalah insan yang berbeda dengan kita manusia dewasa. Mereka adalah sosok yang ingin terkadang dimanja tanpa harus serius, mereka terkadang ingin bercanda dengan kita. Kalaulah yng mereka inginkan itu mengapa kita tidak berikan ada anak-anak kita..

Ketahuilah wahai ummi dan abi sesungguhnya Alloh menjadikan sesuatu sesuai ukurannya, berikan hak buah hati kita untuk bercanda dan bermain. Tentunya semuanya masih dalam koridor syari`at. Lihatlah dan perhatikan apa keinginan-keinginan mereka, selama keinginan-keinginan mereka tidak melanggar agama dan kita mampu memenuhinya serta tidak berlebih-lebihan tidaklah mengapa kita memenuhinya.

Dari `Aisyah berkata,
"Suatu hari aku menonton pasukan islam yang sedang berlatih perang, Rosululloh melindungiku dari pandangan orang. Setelah selesai akupun pergi, karena itulah perlakukan mereka(anak-anakmu) seperti anak perempuan yang masih kecil yang suka bermain-main."
(HR. Bukhri dan Muslim)

Begitulah Nabi kita memperlakukan istri beliau yang masih kecil. Beliau berikan pada `Aisyah untuk melakukan apa yng diinginkan seorang anak kecil. Dan tentunya kita tidak akan pernah lupa akan kisah perlombaan lari antara Rosululloh dengan `Aisyah atau kisah `Aisyah bermain bersama teman-temanya.
`Aisyah berkata,
"Aku pernah bermain boneka bersama teman-temanku di dekt nabi, bila nabi masuk merek sembunyi dan nabi membiarkan mereka bermain bersamaku."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Belum lagi wahai orangtua yang semoga Alloh merohmati kalian bagaimana nabi bercanda dengan seorang anak kecil bernama Abu `Umair saat diberitahu Abu `Umair bersedih karena burungnya meninggal dengan berkata padanya. "Wahai Aba `Umair apa yan diklakukan nughair?".
Bahkan Rasululloh shallallahu `alaihi wassalam pernah menyemburkan air ke seorang anak.Dari Mahmud bin ar Ruba`i berkata, "Nabi pernah mengambil air dari gayung lalu beliau msukkan ke mulut beliau kemudian menyemburkan ke wajhku. sat itu aku berusia 5 tahun."
(HR. Bukhori)

Rasulullah shallallahu `alaihi wassalam bahkan tidak jarang menggendong cucu-cucu beliau semisal Umamah cucu beliau dari Zainab, istri Abil Ash bin Robi`ah . Bila beliau sujud beliu letakkan Umamah di lntai dan bila berdiri beliau ambil lau digendongnya. (HR. Bukhari wa Muslim).
Beliau sangat memperhatikn anak-anak, apabila didalam sholat beliau saat mengimami manusia beliau mendengar suara bayi maka beliau segera peringan sholatnya.
Dari Anas bin Malik berkata,
Rosululloh berkata,"Aku ingin mulai shilat dan ingin kupanjangkan sholatnya, tapi tiba-tiba aku mendengar suara bayi menngis, maka aku pendekkan sholatku karena aku tahu ibunya sedih mendengar bayinya menangis."
(HR. Bukhori wa Muslim)

Lihatlah abi wa ummi seorang manusia terbaik pun tidak malu bermain dan bercanda dengan anak-anak. Beliau bahkan memberikan perhatian besar pada anak-anak. Sepantasnya kita meneladani beliau, marilah kita luangkn sedikit waktu untuk bermain dan bercanda dengan anak-anak kita, bahkan saat kita bermain atau bercanda dengan mereka kita bisa mengajari mereka dengan apa-apa yang mereka butuhkan, insya Alloh. Janganlh kita merasa segan atau malu apabila dilihat saat bercanda dengan buah hati kita. Sungguh Nabi kita, Nabi Muhammad pun tidaklah malu melakukan hal itu, beliau lakukan itu sebagai uswah bagi ummatnya. Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk meneledani beliau shallallahu `alaihi wassalam. Amin.



Baca Selengkapnya »»

Kisah 3 Orang

Kisah 3 Orang

Sebelum jaman Rasulullah shallallahu `alaihi wassalam ada tiga orang yang berlindung ke dalam sebuah gua untuk bermalam. Lalu sebuah batu besar jatuh menutupi pintu masuk gua tersebut. Seseorang dari tiga orang tadi berkata,"Sungguh, tak ada satupun yang dapat menyelamatkan kmu semua dari bahaya ini kecuali bila kamu berdoa kepada Allah dengan menyebutkan amal sholih yang telah kalian kerjakan."

Kemudian berkata salah seorang dari mereka,"Ya Allah.. dahulu aku memiliki ayah dan ibu yang sudah lanjut dan sudah terbiasa aku tidak memberikan susu kepada siapapun kecuali pada mereka berdua dahulu. Hingga suatu saat aku terlambat pulang karena mencari kayu dan aku dapati orangtuaku sudah tidur. Maka aku enggan membangunkan mereka berdua, serta aku tidak pula memberikan susu kepada siapapun sebelum kuberikan pada keduanya, kutunggu keduanya bangun sambil memegang wadah susu tersebut sampai fajar terbit walaupun anak-anakku merengek-rengek di bawah kakiku. Setelah mereka bangun maka kuberikan susu tadi. Ya Alloh.. bila kulakukan demikian itu untuk mengharap rido Engkau maka geserlah batu ini." Lalu batu itu bergeser sedikit walaupun mereka belum dapat keluar dari gua.

Orang yang kedua berkata,"Ya Alloh.. sesungguhnya aku memiliki saudara perempuan sepupu yang aku cintai, akau ingin berzina dengannya. Suatu saat ia tertimpa kesulitan dan ia mendatangi diriku untuk meminta bantuanku. Lalu aku meminjaminya sebanyak 120 dinar dengan syarat ia mau menyerahkan dirinya padaku. Saat aku bersiap menzinainya, sepupuku berkata,"Takutlah kamu kepada Allah dan janganlah kamu membuka cincin(menzinai) kecuali dengan jalan yang benar(pernikahan).
Maka aku meninggalkannya beserta dinar itu aku tinggalkan pula. Ya Allah.. bila aku melakukan karema mengharap ridho-Mu maka geserlah batu yang menutupi pintu gua ini." Maka bergeserlah batu itu tetapi mereka belum dapat keluar.

Orang yang ketiga berujar,"Ya Allah.. aku memperkerjakan beberapa orang pekerja dan semuanya sudah kuberi gaji kecuali satu orang yang tidak sabar menunggu. Ia pergi dahulu dan tidak kembali mengambil gajinya, maka itu kukembangkan dari gajinya sehingga menjadi banyak. Setelah beberaa lama dia kembali seraya berkta, "Wahai hamba Alloh berikan gajiku yang dulu." Aku menjwabnya," Semua kekayaan yang ada di depanmu yaitu unta, sapi, kambing, dan budak penggembala adalah semua gajimu."
Ia berkata," Wahai hamba Alloh janganlah mempermainkan aku." Aku menjawab." Aku tidak mempermankanmu." Maka diambilah semua yang aku sebutkan tanpa ia sisakan unutkku sedikitpun. Ya Allah..Bila kulakukan semuanya itu untuk mendapat ridho-Mu maka geserlah batu ini."

Akhirnya bergeserlah batu itu dari pintu gua sehingga mereka bertiga dapat keluar dengan selamat.

(HR. Bukhori wa Muslim)

Baca Selengkapnya »»

Sabtu, 03 Januari 2009

Do`a Angin Bertiup


Do`a Angin Bertiup

Masya Alloh banyak hujan ya seringnya juga banyak angin yang bertiup, baca do`nya ya..

"Allohumma inni as aluka khoiroha wa audzubika min syariha"

artinya. "Ya Alloh aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya."
(HR. Bukhori wa Muslim)

Ingat kalau angin bertiup kencang terlebih saat hujan deras sebaiknya kalian di rumah saja, membantu abu atau ummu atau kalian melakukan hal-hal yang bermanfaat. Hati-hati bila berjalan di luar rumah dan izin dulu ya...dan ingat selalu meminta perlindungan pada Alloh ta`ala.

Baca Selengkapnya »»

Mengenal Rukun Islam dan Rukun Iman

Mengenal Rukun Islam dan Rukun Iman


Anak-anak di jalan Alloh, alhamdulillah kita sudah mengetahui siapa Robb kita, siapa nabi kita dan apa agama kita. Ingatlah selalu bahwa ketiga hal itu adalah yang paling utama kita pelajari agar bermanfaat di dunia dan akhirat.
Ketahuilah islam itu memiliki beberapa rukun, diantarnya rukun islam yang berjumlah 5 yaitu:

-Syahadat
-Mengerjakan sholat wajib 5 waktu
-Membayar zakat
-Shoum/puasa di bulan Ramadhan
-Naik haji ke Makkah bila memiliki kemampuan

Rukun islam itu adalah hal yang wajib kita amalkan sepanjang hidup sampai Alloh mencabut nafas kita. Hendaknya kalian selalu berdo`a agar dimudahkan oleh Alloh dalam mengamalkannya. Semoga Alloh memudahkan hidup kalian, ketahuilah pula ada rukun iman yang berjumlah 6, yaitu:

-Iman kepada Allah ta`ala
-Iman kepada malaikat Allah
-Iman kepada kitab-kitab Alloh
-Iman kepda rosul Allh
-Iman kepada hari kiamat
-Iman kepada qodho` dan qodar yaqng baik maupun yang buruk

Ke-6 rukun ditas harus kita imani dan kita harus pelajari agar kita tidak terjatuh pada pemahaman yang jauh dari tuntunan Rosululloh yang sesuai pemahaman para sahabat beliau shallallahu `alaihi wassallam dan para penerusnya.

Anak-anak, semoga Alloh memudahkan kalian. Rukun Islam yang lima dan Rukun Iman yang enam akan kalian dapati di kumpulan Hadits Arbain an Nawawi di hadits ke-2 yaitu yang lebih mahsyur disebut Hadits Jibril. Hafalkan ya..

Baca Selengkapnya »»

Sabtu, 27 Desember 2008

Do`a keluar Rumah

Do`a Keluar Rumah

Anak- anak kalian pasti sering kelur rumah, entah ke masjid, bermain, tau menunaikan werintah orangtua, dll. Tentu kalain ingat do`a akan keluar rumah kan, ini do`anya bagi yang lupa tau belum menghafalnya,


"Bismillahi tawakaltu `ala allahi la haula wa la quwata illa billahi."

artinya,"Dengan nama Alloh akau bertawakal ada allh dan tidada daya upaya dan kekuatan kecuali milik Alloh semata."

Jangan lupa juga ijin pada abu adan ummu dan berithukan apa dan kemana kalian pergi. kenakan pakaian yang islami dan seseuai unnah dan tidak lupa dijaga adab-adabnya.

Baca Selengkapnya »»

Umar bin Khaththab

`Umar bin Khaththab


Anak- anak semoga Alloh merohmati kalian semua, setelah kita mengenal Abu Bakar ash Shiddiq kita akan mengenal pengganti beliau yaitu Khulafaur Rosyidin yang kedua. Nama lengkap beliau adalah `Umar bin Khoththob bin Nufail bin `abdul `Uzza, lahir di Makkah, dari Bani Adi, keturunan suku Quraisy. Orangtua beliau bernama Khaththab bin Nufail Al Mahzumi Al Quraisyi dan Hantamah binti Hasyim.
Beliau yang pertama dipanggil Amirul Mu'minin `Umar ibnul Khaththab. sedangkan Abu Bdipanggil Kholifatul Rosulillah. `Umar dijuluki oleh ­Rosulullah shallallahu `alaihi wassalm dengan julukan Al Faruq.
`Umar selalu meminta pendapat para shohabat termasuk `Ali bin Abi Tholib termasuk untuk keluar memerangi Persia dan Romawi dan beliau menerima masukan itu.

Di tahun yang sama (16 H), terjadi pula Perang Jalaula'. Yazdasir putra Kisra berhasil dikalahkan. Takrit berhasil ditaklukkan. Umar berangkat berperang kemudian menaklukkan Baitul Maqdis dan menyampaikan khotbahnya yang sangat terkenal di al-Jabiah. Pada tahun ini juga, Qonasrin ditaklukkan dengan kekerasan. Halab, Anthokiah, dan Manbaj ditundukkan lewat pertempuran.
Tahun 17 Hijriyah, `Umar memperluas Masjid Nabawi. Pada masa pemerintahan bekliau pernah terjadi kemarau panjang sehingga beliau mengajak penduduk untuk sholat minta hujan. Dengan perantaraan do'a `Abbas bin `Abdil Mutholib seorang paman nabi, hujan pun turun. Ibnu Sa'ad meriwayatkan bahwa Umar keluar untuk sholat meminta hujan, ia mengenakan selendang Rosulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Pada tahun ini pula, al-Ahwaz ditaklukkan secara damai.

Anak-anak ketahuilah pernah terjadi suatu musibah yang dahsyat, yaitu wabah tho`un dimana tentara islam yang Syam mendapat musibah wabah tho'un pada tahun 12 Hijriah. Setelah mendengar hal ini, `Umar yang menuju Madinah ingin kembali lagi ke Syam. Beliau lalu meminta pendapat para sahabatnya. Para shohabat berselisih pendapat ada yang setuju da yang tidak, kemudian `Abdurrahman bin `Auf datang dan menyampaikan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda,

"Apabila kalian mendengar terjadinya suatu wabah di suatu negeri, janganlah kalian datang ke negeri tersebut. Dan apabila terjadi wabah di suatu negeri, sedangkan kalian tengah berada di negeri tersebut, janganlah kalian keluar melarikan diri dari sana. "

Karena itu, Umar kembali lagi ke Madinah.
Pada tahun 19 Hijriyah, Qisariah ditaklukkan lewat peerangan. Sedangkan pada tahun 12 Hijriyah, Mesir ditundukkan lewat serangan yang pasukan islam dipimpin shahabat `Amru bin `Ash. Dikatakan bahwa Mesir secara keseluruhan ditaklukkan secara damai kecuali Iskandariah. Di tahun ini pula Maroko di benua Afrika ditaklukkan jug lewat peperangan. Kholifah `Umar mengusir yahudi dari Khoibar dan Najron.

Tahun 21 Hijriyah, Iskandariah dan Nahawand ditaklukkan melalui pertempuran yang dahsyat . Tahun 22 Hijriyah Adzerbaijan ditaklukkan dengan kekuatan, tetapi ada pula yang mengatakan bahwa negeri ini ditaklukkan dengan cara damai. Pada tahun ini pula, Dainur, Hamdan, Tripoli Barat, dan Rayyi ditaklukkan melalui kekuatan senjata. Pada tahun ke­ 23 Hijriyah, sisa-sisa negeri Persia ditaklukkan yang meliputi negeri Kroman, Sajistan, Ashbahan, dan berbagai pelosoknya. Pada akhir tahun 23 Hijriyah, Amirul Mukminin `Umar menunaikan ibadah haji.

Sa'id bin Musayyab berkata, "Setelah nafar (berangkat) dari Mina, `Umar singgah di Abthakh kemudian duduk bersila dan mengucapkan do'a seraya mengangkat kedua tangannya,

"Ya Allah, usiaku telah lanjut, kekuatanku telah mulai lemah, rakyatku telah tersebar luas. Karenanya, panggillah aku kepada-­Mu tanpa ada kewajiban yang aku sia-siakan atau amalan yang melewati batas.”

Pada penghujung bulan Dzulhijjah tahun 23 Hijriyah, `Umar ibnul Khaththab syahid terbunuh.

Imam Bukhori meriwayatkan dari Aslam bahwa Khalifah Umar pernah berdo'a,

"Ya Allah, karuniailah aku mati syahid di jalan-Mu dan jadikan­lah kematianku di negeri Rasul-Mu.”

Anak-anak yang Alloh membrikan kebaikan pada kalian, insya Allah tentu kalian sudah mengetahui orang yang membunuh Umar adalah seorang Majusi bernama Abdul Mughirah yang biasa dipanggil Abu Lu'lu'ah. Ia membunuh `Umar karena ia pernah datang mengadu kepada `Umar tentang berat dan banyaknya pajak yang harus dia keluarkan, tetapi `Umar menjawab, "Pajak mutidak terlalu banyak." Dia kemudian pergi sambil menggerutu, "Keadilannya men­jangkau semua orang kecuali aku." Ia lalu berjanji akan membunuhnya. Ia persiapkan sebuah pisau belati yang telah diasah dan diolesi dengan racun . Saat `Umar berangkat ke masjid seperti biasanya menunaikan shalat shubuh, langsung saja ia menyerang dan dtikamnya `Umar dengan tiga tikaman dan berhasil merobohkannya. Kemudian setiap orang yang berusaha mengepung dirinya diserangnya pula sampai ada salah seorang yang berhasil menjaringkan kain kepadanya. Setelah melihat bahwa dirinya terikat dan tidak bisamelarikan diri, dia membunuh dirinya dengan pisau belati yang dibawanya.

Namun sebagian mengatakan pembunuhan juga berdasarkan dendam atas kekalahan Persia melawan islam. Ketika diberitahukan bahwa pembunuhnya adalah Abu Lu’lu’ah, `Umar berkata, "Segala puji bagi Alloh yang tidak menjadikan kematianku di tangan seorang muslim." `Umar kemudian berwasiat kepada putranya, "Wahai Abdulloh, periksalah utang-­utangku!"

Setelah dihitung, ternyata `Umar mempunyai utang sejumlah 86.000 dirham. `Umar lalu berkata, "Jika harta keluarga `Umar sudah mencukupi, bayarlah dari harta mereka. Jika tidak mencukupi, pintalah kepada bani Adi. Jika harta mereka juga belum mencukupi, mintalah kepada Quraisy." Selanjutnya `Umar berkata kepada anaknya, "Pergilah menemui Ummul Mukminin `Aisyah! Katakan bahwa `Umar meminta izin untuk dikubur berdampingan dengan kedua sahabatnya (maksudnya Nabi dan Abu Bakar )." Mendengar permintaan ini, `Aisyah menjawab, "Sebetulnya tempat itu kuinginkan untuk diriku sendiri, tetapi biarlah sekarang kuberikan kepadanya." Setelah hal ini disampaikan kepadanya, `Umar langsung memuji Alloh.

Sebagian shohabat berkata kepada `Umar, "Tunjuklah orang yang engkau pandang berhak menggantikanmu." Umar kemudian menjadi­kan urusan ini sepeninggalnya sebagai hal yang disyurakan antara enam orang, yaitu `Utsman bin `Affan, `Ali bin Abu Thalib, Tholhah bin `Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Sa'ad bin Abi Waqqosh, dan `Abdurrahman bin `Auf . Dan `Umar berkata, "Saya tidak menanggung urusan mereka semasa hidup ataupun sesudah mati. Jika Alloh menghendaki kebaikan buat kalian, Alloh akan menghimpun urusan kalian pada orang yang terbaik di antara mereka sebagaimana Alloh telah menghimpun kalian pada orang yang terbaik di antara kalian sesudah Nabi kalian."

Demikianlah anak-anak semoga kalian diberi taufik oleh Robb kita, kisah amirul mukminin `Umar bin Khaththab yang meninggal syahid, semoga kita dimudahkan oleh Alloh mengikuti langkahnya menjadi muslim sejati. Amin.

Baca Selengkapnya »»

Aisyah binti Abi Bakar

`Aisyah binti Abi bakar

Anak-anak semoga Alloh menjaga kalian selalu. Setelah Nabi kita Muhammad shallahu `alaihi wassalam menikah dengan Saudah binti Zam`ah, maka beliau kemudian menikahi putri sahabat yang paling beliau cintai yaitu Abu Bakar ash sihddiq.
Ketahuilah anak-anak bahwa pernikahan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dengan putri Abu Bakar yaitu `Aisyah adalah perintah langsung dari Alloh ta`ala setelah wafatnya Khodijah .Dari 'Aisyah binti Abi bakar Rodhiallahu ‘anha, dia (`Aisyah)berkata,
"Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, "Aku melihat engkau dalam mimpiku selama tiga hari berturut-turut (sebelum aku menikahi engkau). Ada malaikat yang datang kepadaku dengan membawa gambarmu yang ditutup dengan secarik kain sutera. Malaikat itu berkata, 'Ini adalah istrimu'. Aku pun lalu membuka kain yang menutupi wajahmu. Ketika ternyata wanita tersebut adalah engkau ('Aisyah), aku lalu berkata: "Bila mimpi ini benar dari Alloh,pasti akan menjadi kenyataan."

(HR. Bukhori wa Muslim)


Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menikahi 'Aisyah saat baru berusia 6 tahun di Madinah sesudah beliau menikahi Saudah. Namun Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak langsung hidup serumah dengan 'Aisyah. Setelah kurang lebih tiga tahun hidup serumah dengan Saudah, maka pada Syawal setelah perang Badar, kemudian beliau hidup serumah dengan 'Aisyah. 'Aisyah menempati salah satu kamar yang terletak di sebelah masjid nabawi saat itu. Dinding bilik beliau hanya terbuat dari batu bata dengan hanya beratapkan pelepah kurma. Alas tidur beliau hanyalah kulit hewan yang diisi rumput kering, sedangkan alas duduk beliau adalah tikar kasar, sedang kelambu atau tirai kamar beliau hanya terbuat dari bulu hewan.

Anak- anak semoga Alloh menjaga kalian, tirulah beliau `Aisyah dalam menjalani kehidupan ini.'Aisyah adalah seorang istri berjiwa mulia, penyantun, dan sabar dalam kehidupan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang serba kekurangan, hingga pernah dalam jangka waktu yang lama di dapurnya tidak terlihat adanya api untuk pemanggangan roti atau keperluan masak lainnya. Selama itu mereka hanya makan kurma dan minum air putih.
Sepeninggal suami beliau Rosululloh shallahu `alaihi wassalam kesederhanaan beliau tidak berubah. Ambilah contoh anak-anak kisah dibawah ini:
Disaat immat islam berhasil menguasai berbagai negeri dimana berbagai kekayaan datang melimpah, 'Aisyah pernah diberi uang seratus ribu dirham, lalu uang itu langsung ia bagikan kepada orang-orang hingga tak tersisa sekeping pun di tangannya, padahal disaat bersamaan itu beliau sedang berpuasa dan tidak ada sedikitpun makanan untuk berbuka puasa.. Salah seorang yang membantu beliau un berucap berkata, "Alangkah baiknya kalau engkau membeli sekerat daging meski­pun satu dirham saja untuk berbuka puasa." Aisyah pun menjawab, "Seandainya engkau katakan hal itu dari tadi, pasti aku melakukannya."

`Aisyah binti Abi Bakar adalah adalah wanita yang selalu menjaga kemuliaan dirinya, sehingga dunia tidaklah dihiraukannya. Beliau adalah salah seorang murid langsung Nabi kita Muhammad dimana beliau sepeninggal nabi menguasai berbagai ilmu agama dan memiliki kemampuan berda`wah sebagai guru para shohabat dan sebagai rujukan untuk memahami hadits, sunnah, dan alqur`an.

Imam Az-Zuhri pernah berkata ,
"Seandainya ilmu semua wanita disatu­kan, lalu dibandingkan dengan ilmu 'Aisyah, tentulah ilmu 'Aisyah lebih utama daripada ilmu mereka."

Hisyam bin 'Urwah meriwayatkan dari ayahnya, ia berkata,
"Sungguh aku telah banyak belajar dari 'Aisyah. Belum pernah aku melihat seorang pun yang lebih pandai daripada 'Aisyah tentang ayat-ayat Al-Qur'an yang sudah diturunkan, hukum fardhu dan sunnah, syair, permasalahan yang ditanyakan kepadanya, hari-hari yang digunakan di tanah Arab, nasab, hukum, serta pengobatan. Aku bertanya kepadanya, "Wahai bibi, dari manakah engkau mengetahui ilmu pengobatan?" 'Aisyah menjawab, 'Aku sakit, lalu aku diobati dengan sesuatu, lalu ada orang lain sakit juga diobati dengan sesuatu, dan aku juga mendengar orang banyak, sebagian mereka mengobati sebagian yang lain, sehingga aku mengetahui dan meng­hafalnya. "

Ketahuilah anak-anak semoga Allah memudahkan hidup kalian dengan kebaikan. Aisyah selain memiliki berbagai keutamaan dan kemuliaan, 'Aisyah juga memmpunyai sifat sebagaimana seorang wanita yaitu sifat gampang cemburu. Bahkan dia termasuk istri nabi yang paling rasa pencemburu. Oh ya anak-anak ada peristiwa yang dpernah dituduhkan kepada beliau yang berupa tuduhan keji yang terkenal dengan sebutan Haditsul ifki yaitu kisah tertinggal aisyah dalam suatu perjalanan bersama nabi, dimana beliau turun dri unta untuk mencari kalungnya yang terjatuh dan turunny beliau tidak diketahui nbai dan shohabat lainnya, lalau beliau kembali ke madinah dengan dikawal seorang shahabat yang kebetulan terakhir kembali dan disinilah awal tuduhan yang diarahakan pada beliau.Padahal yang dituduhkan kepadanya, padahal diri 'Aisyah sangat jauh dengan apa yang dituduhkan itu. Akhirnya Alloh turunkan ayat al-Qur'an yang menerangkan kesucian dirinya.

Ketika Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam sakit sekembalinya dari haji Wada' dan merasa bahwa ajalnya sudah dekat, seperti biasa beliau berkeliling kepada istri-istri beliau sebagaimana biasanya dan beliau selalu bertanya; "Di mana saya besok? Di mana saya lusa?" Hal ini mengisyaratkan bahwa beliau ingin segera sampai pada hari giliran 'Aisyah. Para istri Nabi yang lain pun memahaminya dan merelakan nabi untuk tinggal di tempat istri yang mana yang beliau sukai selama sakit, sehingga seluruh istri nabi berkata' "Ya Rosulullah, kami rela memberikan giliran kami kepada 'Aisyah. Di sana 'Aisyah menjaga dan merawat beliau, bahakan `Aisyah pernah berharap rasa sakit yang diderita nabi itu berpindah kepadanya. 'Aisyah berkata,"Aku rela menjadikan diriku, ayahku, dan ibuku sebagai tebusanmu, wahai Rosulullah." Tak lama kemudian Rosululloh Muhammad shallallahu `alaihi wassalam pun wafat di atas pangkuan 'Aisyah.

Dalam riwayat Imam Muslim 'Aisyah melukiskan detik-detik terakhir dari kehidupan Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam sebagai berikut,
"Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam meninggal dunia di rumahku, pada hari giliranku, dan beliau bersandar di dadaku. Sesaat sebelum beliau wafat, 'Abdur Rahman bin Abu Bakar (saudaraku) datang menemuiku sambil membawa siwak, kemudian Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam melihat siwak tersebut, sehingga aku mengira bahwa beliau menginginkannya. Siwak itu pun aku minta, lalu kukunyah (supaya halus)dan kuprcepat, lalu kubersihkan sebaik-baiknya sehingga siap dipakai. Lalu siwak itu kuberikan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau pun bersiwak dengan sebaik-baiknya, sehingga belum pernah aku melihat cara ber­siwak beliau sebaik itu. Setelah itu beliau bermaksud memberi­kannya kembali kepadaku, namun tangan beliau lemas. Aku pun mendo'akan beliau dengan do'a yang biasa diucapkan Jibril untuk beliau dan yang selalu beliau baca bila beliau sedang sakit. (Alloohumma robban naasi... dst.) Akan tetapi, saat itu beliau tidak membaca do'a tersebut, melainkan beliau mengarahkan pandangannya ke atas, lalu membaca do'a, 'Arrofiiqol a'laa (Ya Alloh, kumpulkanlah aku di surga bersama mereka yang derajatnya paling tinggi: para nabi, shiddiqin, syuhada', dan sholihin). Segala puji bagi Alloh yang telah menyatukan air liurku dengan air liur beliau pada penghabisan hari beliau di dunia."

Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dimakamkan di kamar 'Aisyah, tepat di tempat beliau meninggal. Sepeninggal beliau 'Aisyah banyak menghabiskan waktunya untuk memberikan ta'lim. baik kepada kaum laki-laki maupun wanita (di rumahnya) dan banyak berperan serta dalam dmenda`wahkan sunnah dan kemurnian islam sampai wafatnya. 'Aisyah wafat pada malam Selasa bulan Romadhon tahun 57 Hijriyah pada usia 66 tahun.

Demikianlah anak- anak, semoga kita bisa mengambil manfaat dan mengikuti jejak beliau terutama bagi kalian wahai para muslimah (wanita) yang kelak akan mengarungi kehidupan mendampingi suami kalian . Semoga Alloh mengabulakn doa-doa kita selalu. Amin.

Baca Selengkapnya »»

Rabu, 17 Desember 2008

Do` sebelum Makan dan Minum


Do`a Sebelum Makan Minum

Ayo jangan lupa makan dan minum yang teratur ya.. biar kita bisa melakukan aktivitas dengan baik, kalau lapar kan jadi lemas. Ingat bila meniatkan makan dan minun untuk Alloh agar dapat bereibadah pada-Nya insya Allah agar berpahala. tapi niatnya dalam hati dan tidak usah dilafalkan. begini do`anya

"Bismillah"
artinya, "Dengan menyebut nama Alloh"

Bila kalian lupa membacanya sebelum makan atau minum dan baru ingat saat di pertengahan makan atau minum maka bacalah,

"Bismikallohuma fii awalahi wa akhiri."
artinya, "Dengan menyebut nama Alloh di awal dan di akhir."
Jangan sampai lupa sebelum makan dan minum cuci tangan dulu yang bersih kalau perlu kaki juga dicuci yang berrsih lalu setelahnya juga ya....dan makannya jangan berebut dan selalu bersyukur atas nikmat dari Alloh.

Baca Selengkapnya »»