Selasa, 17 Februari 2009

Anak-anak Melihat Kita

Anak-anak Melihat Kita


Kepada ibu dan ayah atau ummu dan abu yang sedang berjuang dengan keikhlasan dan cinta alangkah banyak cerita-cerita yang kita dengar atau mungkin kita alami sendiri apabila seorang anak melakukan sebuah perbuatan maka ia akan ditanya, "Lihat siapa nak ?" Sang anak menjawab, dengan polos,"Melihat Ibu dan ayah" dan semisal ucapan demikian. Belum lagi bila dia mengucapkan sesuatu maka ia akan ditanya dengan hal yang sama. Bayangkan wahai orangtua yang semoga Alloh jadikan kalian yang selalu sabar, bagaimana bila perbuatan itu atau ucapan yang keluar dari lisan anak kita adalah hal yang buruk? tentulah betapa malu kita, kita akan dipandang sebagai orangtua yang berakhlak buruk dan mengajarkan akhlak yang buruk pula pada anak-anak kita. Semoga kita tidak demikian dalam mengasuh dan membimbing buah hati kita.


Wahai orangtua di jalan Alloh ta`ala apabila seorang anak yang melihat ayahnya melakukan amalaiah kebaikan seperti mengerjakan sholat wajib,membaca alqur`an, membaca buku yang bermanfaat bagi agama dan dunianya, bertutur yang baiak, juga selalu berzikir dan bertahlil, bertahmid, dan bertasbih, maka dia pun akan mudah untuk mengucapkan: Laa ilaaha illalloh, Subhanallah, dan Allahu akbar.


Begitu pula seorang anak yang dibiasakan untuk mengirim sedekah pada malam hari karena diutus oleh orangtuanya kepada fakir miskin secara rahasia, jelas akan berbeda dengan seorang anak yang disuruh oleh orangtuanya pada malam hari untuk membeli narkoba atau rokok atau miniman yang memabukkan.Seorang anak yang selalu melihat ayahnya berpuasa senin dan kamis, ikut serta dalam shalat berjama’ah di masjid jelas akan berbeda dengan seorang ayah yang melihat ayahnya berada di tempat perjudian atau bioskop serta tempat-tempat hiburan yang lainnya.


Apabila anda bersabar wahai orangtua akan melihat seorang anak yang selalu mendengarkan suara adzan mengulang-ngulang lantunan adzan, dan Anda akan melihat seorang anak yang selalu mendengarkan lagu yang dilantunkan orangtuanya, melantunkannya pula.

Sungguh indah andaikata seorang ayah adalah pribadi yang slelu berbuat baik kepada kedua orangtuanya dengan berdo’a untuk mereka dan memohon ampunan kepada Alloh bagi keduanya, selalu menanyakan keadaannya dan tenang berada bersama keduanya, selalu memenuhi kebutuhan keduanya dan memperbanyak berdo’a dengan ungkapan:

Robbigh firli waliwali dayya

“Ya Alloh ampunilah aku dan kedua orangtuaku”

Dia akan selalu mengucapkan:

Robbbirhamhuma kama robbayani shoghiro

“Ya Alloh, kasihanilah mereka berdua sebagaiaman mereka telah mendidikku diwaktu kecil”

Dia pun berziarah ke makam kedua orangtuanya, bersedekah/bershodaqoh untuk keduanya, menghubungkan kekerabatan dan tali persaudaraan dengan orang-orang yamg dekat dengan keduanya, juga memberi kepada orang-orang yang selalu diberi oleh keduanya.

Jika seorang anak melihat perangai orangtuanya yang demikiantersebut, maka dengan izin Alloh anak itu akan meniru apa yang dilakukan orangtuanya. Dia akan selalu memohon kepada Allah ampunan bagi kedua orangtuanya, dan sealu melakukn sesuatu yang biasa dilakukan oleh kedua orangtunya kepada kakek dan neneknya.

Seorang anak yang dididik shalat oleh orangtuanya jelas akan berbeda dengan seorang anak yang biasa diajarkan menonton film, musik atau sepak bola.

Sesungguhnya jika seorang anak melihat kedua orangtuanya melakukan shalat malam dengan menangis karena takut kepada Allah juga dengan membaca alqur’an, niscaya dia akan berfikir kenapa ayahnya menangis? Kenapa dia melakuakn shalat? Dan kenapa dia meninggalkan tempat tidur yang empuk lagi hangat? Kenapa dia memilih air wudhu yang dingin ?!

Kenapa dia meninggalkan tempat tidurnya dengan memilih memohon kepada Rabbnya dengan rasa takut dan harap?

Semua pertanyaan ini akan selalu tertanam di dalam pikiran seorang anak dan selalu memikirkannya yang pada akhirnya si anak dengan izin Allah akan meniru apa saja yang dilakukan oleh kedua orangtuanya.

Demikian pula anak perempuan yang melihat ibunya selalu berhijab dan menutup diri dari laki-laki lain, dia telah dihiasi dengan rasa malu dan sikap menjaga kehormatan, kesucian dirinya telah menjadikan dirinya mulia. Jika ibunya demikian niscaya anaknya juga akan belajar menanamkan rasa malu, menjaga kehormatan dan kesucian dari ibunya. Sedangkan anak perempuan yang melihat ibunya selalu berhias diri di depan setiap laki-laki, bersalaman, dan bercampur baur, tertawa dan tersenyum dengan laki-laki lain bahkan berdansa dengan mereka, maka anaknya pun akan belajar yang demikian itu darinya. Ia akan meniru ibunya yang berusaha menaati ayahnya selam dalam kebaikan dan akan mniru bagaiman keduaorangtunya dalam mengarungi kehdupan yang akan memberikan dia bagaimana dia akan mengarungi hidup di kemudian hari.

Lihatlah seorang anak perempuan yang menyaksikan ibunya memanfaatkan waktunya dengan sebaik-baiknya seperti menegakkan sholat wajib maupun sunnah kemudian membaca kalamullah, membaca hadits nabi yang mulia, membaca buku yang bermanfat. Ketahuilah maka anak perempuan itu akan mengikuti jejaknya pula, bila ia menyaksikan ibunya mengajari dirinya dengan saudara-saudaranya dengan kesabaran dan kebagusan akhlak, beserta keteladanan maka lihatlah kelak ia akan mengamalkan hal sama apabila ia hidup dalam kesehariannnya yang terbawa dalam kehidupan rumahtangganya kelak.

Maka bertakwalah kalian wahai para ibu dan ayah! Jagalah anak-anak kalian, dan jadilah kalian sebagai suri tauladan bagi mereka dnegna perangai yang baik dan tabiat yang mulia. Sebelum itu semua, jadilah kalian sebagai suri tauladan dengan memegang teguh agama Allah juga Nabi-Nya dengan bimbingan slaful ummah kita yang Alloh dan rosul telah memuji mereka.

Ingatlah bahwa anak adalah amanah Alloh dan ia titipan terbaik bagi kita , mari kita jaga amanah alloh itu yang kelak kita akan ditanya dibagaimanakan amanah itu, janganlah kita sia-siakan peluang kita meraih pahala, menuju jannah Alloh yang telah dijanjikan oleh-Nya. semoga wahai orangtua kesabaranmu dan ketaletananmu mendapat balasan jannah kelak. Amin.

Baca Selengkapnya »»

Selasa, 10 Februari 2009

Do`a masuk dan Keluar Masjid

Doa Masuk dan Keluar Masjid

Alhamdulillah kalian sudah bersih dan berpakain lengkap, mau ke masjid kan..? alhamdulillah kalain sudah memahami bahwa sholat di masjid secara berjamah adalah wajib bagi kalain laki-laki, sedang bagi wanita lebih baik di rumah meski bila ke masjid tidaklah dilarang. Oh ya.. saat mau masuk masjid jangan lupa baca do`anya ya..

Rasulullah shallallahu `alaihi wassalam bersabda
"Apabila salah seorang di antara kamu masuk masjid hendaklah ia mengucapkan salam atas Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, kemudian membaca doa :
"Allaahummaftah lii abwaaba rahmatika."

Artinya : Ya Alloh, bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu. (HR.Muslim)

Nah apabila kalian sudah selesai mengerjakan shoalat dan berdzikir serta akan kembali pulang jangan dilupakan juga do`a saat akan keluar masjid, ini doanya..

Allaahumma innii as'aluka min fadhlika

Artinya : Ya Alloh, aku memohon kepada-Mu karunia-Mu. (HR. Muslim, Abu Daud, an-Nasa'I dan Ibnu Majah)

Begitulah do`a yang sebaiknya kita amalkan dalam kita akan dan keluar masjid. Semoga kita dimudahkan oleh Rabb kita, Alloh ta`ala.Amin

Baca Selengkapnya »»

Sabtu, 07 Februari 2009

Gambar Dalam Islam


Hukum Gambar dan Patung
Syaikh Muhammad Bin Jamil Zainu

Islam tegak untuk menyeru seluruh manusia agar beribadah kepada Allah semata dan meninggalkan peribadahan kepada selain Allah, baik berupa para wali atau orang-orang shalih, yang biasanya diabadikan dalam bentuk patung-patung, arca-arca, gambar-gambar, kuburan-kuburan, kubah-kubah atau yang lainnya yang akan mengantarkan kepada kesyirikan. Seruan Islam ini ada sejak dahulu, sejak Allah mengutus para Rasul untuk memberikan petunjuk kepada manusia. Allah berfirman (yang artinya):"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap ummat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah saja dan jauhilah thaghut itu." (An-Nahl:36)


Thaghut adalah segala sesuatu yang diibadahi selain Allah dalam keadaan ridha. Sungguh telah ada penyebutan patung-patung ini di dalam surat Nuuh. Dan dalil terkuat yang menunjukkan bahwa patung-patung ini adalah penggambaran untuk mewakili orang-orang shalih adalah hadits yang disebutkan oleh Al-Bukhari dari Ibnu ‘Abbas ketika menafsirkan firman Allah Ta’ala (yang artinya):"Dan mereka berkata: "Janganlah sekali-kali kalian meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kalian dan jangan pula sekali-kali kalian meninggalkan (penyembahan) Wadd, Suwaa’, Yaghuuts, Ya’uuq dan Nasr." Dan sesudahnya mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia)." (Nuuh:23-24)

Beliau (Ibnu ‘Abbas) mengatakan: "Ini adalah nama-nama orang-orang shalih dari kaum Nuh. Ketika mereka meninggal, syaithan membisikkan pada kaum mereka agar mendirikan patung-patung di majelis-majelis yang biasa digunakan oleh orang-orang shalih tersebut dan agar menamakan patung-patung tersebut dengan nama-nama mereka. Maka kaum itu pun melakukannya dan ketika itu patung-patung tersebut belum disembah, sampai ketika generasi itu telah tiada dan ilmu telah dihapus, patung-patung itu pun disembah." Kisah ini menunjukkan bahwa sebab peribadahan kepada selain Allah adalah patung-patung yang digambarkan sebagai perlambang para pemimpin.

Patung dan Gambar Menyebabkan Kesyirikan
Mayoritas orang beranggapan bahwa patung-patung tersebut terlebih lagi gambar-gambar telah menjadi perkara yang halal karena tidak adanya orang yang menyembah/mengibadahi gambar-gambar dan patung-patung tersebut pada saat sekarang ini. Anggapan mereka ini tertolak dari beberapa sisi:

1. Bahwasanya peribadahan terhadap patung-patung dan gambar-gambar senantiasa ada pada zaman ini. Kita lihat patung Nabi ‘Isa dan Ibunya, Maryam, diibadahi di gereja-gereja, sampai-sampai mereka ruku’ (membungkuk) kepada salib!! Bahkan ada semacam papan hias bergambar ‘Isa dan Maryam yang dijual dengan harga yang sangat mahal dan digantungkan di rumah-rumah agar bisa diibadahi dan diagungkan.
2. Patung-patung para pemimpin di negara-negara yang maju secara material namun terbelakang secara spiritual, orang-orang membuka tutup kepala mereka untuk patung-patung tersebut dan membungkukkan badan ketika melewatinya. Di antara contohnya, seperti patung George Washington di Amerika Serikat, Napoleon di Perancis, Lenin dan Stalin di Rusia, serta patung-patung lain yang diletakkan di jalan-jalan, di mana orang-orang ruku’/membungkuk ketika melewatinya. Gagasan tentang patung ini menjalar ke sebagian negara-negara Arab. Mereka membebek orang-orang kafir dengan membangun patung-patung di jalan-jalan mereka. Dan patung-patung ini terus-menerus dibuat dan dipasang di negara-negara Arab dan negara-negara Islam lainnya. Wallaahul Musta’aan.Maka wajib mengalihkan dana pembuatan patung ini untuk membangun masjid-masjid, sekolah, rumah sakit dan lembaga-lembaga sosial sehingga manfaatnya lebih terasa dan tidak menjadi masalah bila menamakan bangunan-bangunan tersebut dengan nama para pemimpin itu.
3. Sesungguhnya patung-patung ini nantinya setelah berlalu masa yang panjang, manusia akan membungkukkan kepala, mengagungkannya dan menyembahnya. Sebagaimana yang terjadi di Eropa, Turki dan negera-negera yang lainnya. Dan kaum Nuh telah mendahului mereka dalam perkara itu dengan mendirikan patung-patung para pemimpin mereka, kemudian mengagungkan dan menyembahnya. Waspadalah wahai kaum muslimin dari hal-hal yang akan mengantarkan kepada kesyirikan!!
4. Sungguh Rasulullah telah memerintahkan ‘Ali bin Abi Thalib dengan sabdanya (yang artinya): "Jangan engkau biarkan sebuah patung pun kecuali engkau hancurkan dan jangan pula engkau biarkan kuburan yang ditinggikan kecuali engkau ratakan (dengan tanah)." (HR. Muslim). Dan dalam suatu riwayat: "Dan jangan engkau biarkan sebuah gambar pun kecuali engkau hapus." (HR. Muslim)


Bahaya Gambar dan Patung
Islam tidaklah mengharamkan sesuatu kecuali padanya ada bahaya yang mengancam agama, akhlak dan harta manusia. Orang Islam yang sejati adalah orang yang tanpa berfikir panjang langsung menerima perintah Allah dan Rasul-Nya meskipun belum mengerti sebab atau alasan perintah tersebut. Islam melarang patung dan gambar karena banyak mendatangkan bahaya di antaranya:

1. Merusak ‘aqidah dan peribadahan. Contohnya: orang Kristen menyembah patung ‘Isa dan Bunda Maria serta salib. Orang Eropa dan Rusia menyembah patung pemimpin mereka, menghormati dan mengagungkannya. Orang-orang Islam telah meniru orang Eropa dalam membuat patung pemimpin mereka baik di negeri Islam Arab maupun bukan Arab. Para ahli thariqat dan tasawwuf (kaum shufi) membuat pula gambar guru-guru mereka yang diletakkan di muka mereka pada waktu shalat dengan maksud supaya lebih semangat dalam beribadah ketika melihat gambar-gambar tersebut. Ini adalah perbuatan bid’ah dan mengantarkan kepada kesyirikan. Bahkan kalau sampai meminta bantuan kepada patung atau gambar tersebut untuk mengkhusyu’kan shalatnya atau berdo’a kepadanya dan lain-lainnya maka ini adalah kesyirikan yang nyata. (Lihat sejarah kaum Nabi Nuh)
2. Merusak akhlak generasi muda. Kita saksikan di jalan-jalan utama terpampang gambar-gambar telanjang yang memang sangat digandrungi oleh mereka sehingga dengan sembunyi atau terang-terangan mereka berbuat keji yang merusakkan akhlak mereka. Mereka sudah tidak lagi mau memikirkan agama, negara, jiwa kesucian, kehormatan dan jihad pun sudah luntur dari diri mereka. Demikianlah gambar-gambar itu menghias poster-poster, majalah, surat kabar dan buku iklan bahkan di pakaian pun terdapat gambar porno, belum lagi apa yang disebut blue-film.
3. Membelanjakan harta di dalam kebathilan. Patung-patung tersebut dibuat dengan biaya mahal sampai jutaan rupiah, dan banyak orang yang membelinya untuk digantung di dinding rumah, demikian pula lukisan-lukisan orang tua yang sudah meninggal dibuat dengan biaya yang tidak sedikit, yang tentunya tidak bermanfaat sedikit pun bagi keluarganya yang sudah meninggal tersebut. Tetapi apabila dishadaqahkan dengan niat agar pahalanya sampai kepada yang meninggal dunia tentu akan bermanfaat baginya.

Gambar dan Patung Keduanya Haram
Sebagian orang menyangka bahwa hukum haram itu untuk patung saja seperti yang terdapat pada zaman jahiliyyah, tidak mencakup hukum gambar. Pendapat ini asing sekali karena seolah-olah ia belum pernah membaca nash-nash yang mengharamkan gambar, seperti di bawah ini:

1. Dari ‘A’isyah bahwasannya ia membeli bantal kecil yang ada gambar-gambarnya. Ketika Rasulullah melihatnya beliau berdiri di pintu tidak mau masuk. Maka ‘A’isyah mengetahui ada tanda kebencian di muka Rasulullah. Lalu ia pun berkata: "Ya Rasulullah, aku bertaubat kepada Allah dan Rasul-Nya, dosa apakah yang telah kuperbuat?" Rasulullah menjawab: "Bagaimana halnya bantal itu?" ‘A’isyah menjawab: "Saya membelinya agar engkau duduk dan bersandar di atasnya." Kata Rasulullah (artinya): "Sesungguhnya orang-orang yang membuat gambar-gambar ini akan disiksa pada hari kiamat dan akan dikatakan kepada mereka: "Hidupkanlah gambar-gambar yang kalian buat itu!" Kemudian beliau bersabda (artinya): "Sesungguhnya rumah yang ada gambar-gambar (yang bernyawa -pent) di dalamnya tidak akan dimasuki malaikat." (Muttafaqun ‘alaih)
2. Sabda Rasulullah pula (yang artinya): "Manusia yang paling pedih siksanya di hari kiamat ialah yang meniru ciptaan Allah. Sedangkan para pelukis dan penggambar adalah orang-orang yang meniru ciptaan Allah." (Muttafaqun ‘alaih)
3. "Bahwasannya Nabi ketika melihat gambar-gambar di rumah, beliau tidak mau masuk sebelum gambar itu dihapus." (HR. Al-Bukhariy)

Gambar dan Patung yang Diperbolehkan

1. Diperbolehkan gambar dan patung pohon, bintang, matahari, bulan, gunung-gunung, batu, laut, sungai, pemandangan yang indah atau tempat-tempat suci seperti Ka’bah, Madinah dan Masjidil Aqsha serta masjid-masjid yang lain, bila kesemuanya itu kosong dari gambar manusia atau hewan dan segala sesuatu yang mempunyai ruh. Dalil dalam masalah ini adalah ucapan Ibnu ‘Abbas: "Bila engkau harus menggambar atau membuat patung maka buatlah (gambar) pohon dan apa-apa yang tidak mempunyai ruh." (HR. Al-Bukhariy)
2. Gambar dan foto pada kartu identitas atau pasport, SIM dan perkara-perkara darurat lainnya. Hal ini diperbolehkan karena merupakan masalah darurat (suatu keharusan/keterpaksaan/sesuatu yang tidak dapat dihindari).
3. Pemotretan gambar pelaku kriminal seperti pembunuh, pencuri dan lainnya untuk membantu penangkapannya agar dapat ditegakkan hukum qishash atas mereka. Demikian pula diperbolehkan untuk kepentingan ilmiyyah seperti kedokteran dan lainnya.
4. Diperbolehkan bagi anak-anak perempuan untuk bermain dengan boneka dari kain perca yang berbentuk bayi kecil, sehingga anak-anak itu bisa memakaikan baju padanya, memandikan atau menidurkannya. Hal ini dapat menjadikan anak-anak ini belajar mendidik dan memelihara anak-anak setelah nantinya mereka menjadi ibu. Sedangkan dalil dalam permasalahan ini adalah ucapan ‘A’isyah: "Aku bermain-main boneka di sisi Nabi."(HR. Al-Bukhariy). Tetapi, tidak diperkenankan membeli boneka-boneka asing/luar negeri bagi anak-anak terlebih lagi boneka-boneka perempuan yang nampak wajahnya dan terlihat tubuhnya (terbuka auratnya) karena anak-anak perempuan akan menirunya sehingga nanti akan merusak masyarakat dengan cara berpakaian yang seperti itu. Selain itu dengan membeli boneka-boneka import ini hanya akan mengalirkan uang ke negeri-negeri asing dan Yahudi.
5. Diperbolehkan gambar yang dipotong kepalanya sehingga tidak menggambarkan makhluk bernyawa lagi tetapi seperti benda mati. Malaikat Jibril berkata kepada Rasulullah mengenai gambar: "Perintahkanlah orang untuk memotong kepala gambar itu."

Diringkas dengan beberapa perubahan dari kitab "Kaifa Nurabbii Aulaadanaa"
dan kitab "Taujiihaat Islaamiyyah li Ishlaahil Fard wal Mujtama’"
Sumber: Buletin Dakwah Al Wala’ wal Bara’
Edisi ke-37 Tahun ke-2 / 06 Agustus 2004 M / 19 Jumadits Tsani 1425 H

Baca Selengkapnya »»

Shofiyyah binti Huyai

Shofiyyah binti Huyai


Anak-anak di jalan Alloh, semoga Alloh menjaga kalian. Siapakah Shofiyah binti Huyai itu ? Beliau adalah Shafiyyah binti Huyai binti Akhthan bin Sa'yah cucu dari Al Lawi bin Nabiyulloh Israil bin Ishaq bin Ibrohim 'alaihi wa salam, beliau termasuk keturunan Nabi Harun `alaihi wa salam. Beliau seorang wanita yang cerdas dan memiliki kedudukan yang terpandang, berparas cantik dan bagus agamanyaa. Sebelum Islamnya beliau menikah dengan Salam bin Abi Al-Haqiq, kemudian setelah itu dia menikah dengan Kinanah bin Abi Al-Haqiq dimana mereka berdua adalah penyair yahudi. Kinanah terbunuh pada waktu perang Khoibar, maka beliau termasuk wanita yang di tawan bersama wanita-wania lain. Bilal "Muadzin Rosulullloh" menggiring Shafiyyah dan putri pamannya lalu mereka melewati tanah lapang yang penuh dengan mayat-mayat orang Yahudi. Shafiyyah diam dan tenang dan tidak kelihatan sedih dan tidak pula meratap mukanya, menjerit dan menaburkan pasir pada kepalanya.


Kemudian keduanya dihadapkan kepada Rosululloh shalallahu 'alaihi wa salam, Shofiyyah dalam keadaan sedih namun tetap diam, sedangkan putri pamannya kepalanya penuh pasir, merobek bajunya karena merasa belum cukup ratapannya. Maka Rosululloh shalallahu 'alaihi wa salam bersabda (sedangkan tersirat rasa tidak suka pada wajah beliau), "Enyahkanlah syetan ini dariku." Lalu beliau Nabi shalallahu 'alaihi wa salam mendekati Shofiyyah kemudian mengarahkan pandangan atasnya dengan ramah dan lembut, kemudian bersabda kepada Bilal,
"Wahai Bilal aku berharap engkau mendapat rahmat tatkala engkau bertemu dengan dua orang wanita yang suaminya terbunuh."

Selanjutnya Shofiyyah dipilih untuk beliau dan beliau mengulurkan selendang beliau kepada Shofiyyah, hal itu sebagai pertanda bahwa Rosululloh shalallahu 'alaihi wa salam telah memilihnya untuk dirinya. Hanya saja kaum muslimin tidak mengetahui apakah beliau diambil oleh Rosululloh sebagai istri atau sebagai budak atau sebagai anak? Maka tatkala beliau berhijab Shafiyyah, maka barulah mereka tahu bahwa Rasulullah shalallahu 'alaihi wa Salam mengambilnya sebagai istri. Diriwayatkan oleh Anas bin Malik rodhiallaahu 'anhu bahwa Rosululloh disaat menjadikan Shofiyyah binti Huyai beliau bertanya kepadanya, "Maukah engkau menjadi istriku?" Maka Shofiyyah menjawab, "Ya Rosululloh sungguh aku telah berangan-angan untuk itu tatkala masih musyrik, maka bagaimana mungkin aku tidak inginkan hal itu manakala Alloh memungkinkan itu saat aku memeluk Islam?"


Anak-anak di jalan Alloh yang mulia ini, ketahuiklah oleh kalian bahwa setelah Shafiyyah telah suci maka Rosululloh shalallahu 'alaihi wa salam menikahinya, sedangkan maharnya adalah merdekanya Shofiyyah. Beliau shalallahu 'alaihi wa salam menunggu sampai keadaan Khoibar kembali tenang dan setelah beliau perkirakan rasa takut telah hilang pada diri Shofiyyah, maka beliau mengajaknya pergi. Shofiyyah beliau bawa di belakang beliau, kemudian beranjak menuju ke sebuah rumah yang berjarak enam mil dari Khoibar. Nabi shalallahu 'alaihi wasalam menginginkan diri shafiyyah ketika itu, namun dia menolaknya. Ada rasa kecewa pada diri Nabi karena penolakan tersebut. Bersama para shohabatnya kemudian Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam melanjutkan perjalanan kembali pulang ke Madinah, ketika mereka sampai di Shobba' jauh dari Khoibar mereka berhenti untuk beristirahat. Lalu Alloh munculkan keinginan untuk merayakan walimatul 'urs. Maka didatangkanlah Ummu Anas bin Malik rodhiallaahu 'anha, beliau menyisir rambut Shafiyyah, menghiasi dan memberi wewangian hingga karena kelihaian dia dalam merias, Ummu Sinan Al-Aslamiyah berkata bahwa beliau belum pernah melihat wanita yang lebih putih dan cantik dari Shofiyyah. Maka diadakanlah walimatul 'urs, maka kaum muslimin memakan lezatnya kurma, mentega dan keju Khoibar hingga kenyang. Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam masuk kekamar Shofiyyah sedangkan masih terbayang pada beliau penolakan Shofiyyah tatkala ajakan beliau yang pertama, maka Shafiyyah menerima Nabi untuk menjalani malam pertama dengan lembut beliau menceritakan sebuah cerita yang menakjubkan. Beliau bercerita bahwa tatkala malam pertamanya dengan Kinanah bin Robi', pada malam itu beliau bermimpi bahwa bulan telah jatuh pangkuannya. Maka disaat bangun beliau ceritakan hal itu kepada Kinanah. maka dia berkata dengan marah,"Mimpimu tidak ada takwil lain melainkan kamu berangan-angan mendapatkan raja Hijaz Muhammad. Maka dia tampar wajahnya beliau dengan keras sehingga bekasnya masih ada, Nabi shalallahu 'alaihi wa salam mendengarnya sambil tersenyum kemudian bertanya,"Mengapa engkau menolak dariku tatkala kita menginap yang pertama? " Maka beliau menjawab, "Saya khawatir terhadap diri anda karena dekat Yahudi." Maka menjadi bergembiralah Nabi yang mulia serta lenyaplah kekecewaan hatinya maka Nabi melewati malam pertamanya tatkala Shafiyyah berumur 17 tahun.

Saat mereka sampai di Madinah Rosululloh perintahkan agar pengantin wanita tidak langsung di ketemukan dengan istri-istri beliau yang lain. Beliau turunkan Shofiyyah di rumah sahabatnya yang bernama Haritsah bin Nu'man. Ketika wanita-wanita Anshar mendengar kabar tersebut, mereka datang untuk melihat kecantikannya. Nabi shalallahu 'alaihi wa salam memergoki 'Aisyah keluar sambil menutupi dirinya serta berhati-hati (agar tidak dilihat Nabi) kemudian beliau masuk kerumah Haritsah bin Nu'man. Maka beliau menunggunya sampai 'Aisyah keluar. Maka tatkala beliau keluar, Rosululloh memegang bajunya seraya bertanya dengan tertawa, "Bagaimana menurut mendapatmu wahai yang kemerah-merahan?" Kemudian 'Aisyah menjawab sementara cemburu menghiasi dirinya, "Aku lihat dia adalah wanita Yahudi."Maka Rosululloh shalallahu 'alaihi wa salam membantahnya dan bersabda:
"Jangan berkata begitu...karena sesungguhnya dia telah Islam dan bagus keislamannya."

Selanjutnya Shofiyyah berpindah ke rumah Nabi menimbulkan kecemburuan istri-istri beliau yang lain karena kecantikannya. Mereka juga mengucapkan selamat atas apa yang telah beliau raih. Bahkan dengan nada mengejek mereka mengatakan bahwa mereka adalah wanita-wanita Quraisy, wanita-wanita Arab sedangkan dirinya adalah wanita asing. Bahkan suatu ketika sampai keluar dari lisan Hafshoh kata-kata, "Anak seorang Yahudi" hingga menyebabkan beliau menangis. Tatkala itu Nabi masuk sedangkan Shofiyyah masih dalam keadaan menangis. Beliau bertanya, "Apa yang membuatmu menangis?" Beliau menjawab, Hafshah mengatakan kepadaku bahwa aku adalah anak seorang Yahudi. Rosulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
"Sesungguhnya engkau adalah seorang putri dari seorang Nabi dan pamanmu adalah seorang Nabi, suamipun juga seorang Nabi lantas dengan alasan apa dia mengejekmu?" Kemudian beliau bersabda kepada Hafshoh, "Bertakwalah kepada Alloh wahai Hafshoh!"

Maka kata-kata Nabi itu menjadi penyejuk, keselamatan dan keamanan bagi Shafiyyah. Selanjutnya manakala dia mendengar ejekan dari istri Nabi yang lain maka diapun berkata, "Bagaimana bisa kalian lebih baik dariku, padahal suamiku adalah Muhammad, ayahku adalah Harun dan pamanku adalah Musa?"

Shofiyyah rodhiallaahu 'anha Alloh takdirkan wafat tatkala beliau berumur sekitar 50 tahun, ketika masa pemerintahan shohabat Mu'awiyah bin Abi Sufyan . Beliau dikuburkan di Baqi' bersama Ummahatul Mukminin lainnya.

Demikianlah anak-anak kisah seorang istri nabi yang sabar. Janganlah kita menghina seseorang muslim/muslimah walaupun dia berbeda dengan kita tentang suku, bahasa, warna kulit atau lainnya. Semoga Alloh mudahkan setiap darikita mengambil ibrah dari kisah ini. Amin.

Baca Selengkapnya »»

Sabtu, 31 Januari 2009

Doa masuk Pasar


Do`a Masuk Pasar

Alhamdulillah kalian semua sehat ya... kalian pasti pernah pergi ke pasar bersama abu wa ummu atau saudara. Ingat ya janganlah kalian masuk pasar sebagai orang yang pertama dan meninggalkan pasar sebagai orang yang terakhir karena nabi melarang demikian, bukankah kalian sudah tahu bahwa syaithon memancangkan benderanya di pasar. Nah maka baca do`anya sebelum masuk pasar, supermarket, atau apa saja sejenis dengan pasar,

“La ilaha illallah wahdahu lasyarikalahu al-mulku wa lahu alhamdu yuhyi wa yumitu wa huwa hayyun layamutu bi yadihi al-khair wa huwa’ala kulli syaiin qadir."

artinya," Tiada ilah selain Alloh tiada sekutu bagi-Nya Dan Alloh adalah Maha Penguasa dan segala pujian hanya milik Alloh yang menghidupkan dan mematikan dan Alloh Hayyun tidaklah mati dan di tangan Alloh semua kebaikan dan Dialah Alloh atas setiap taqdir."
(HR. Ibnu Majah)

Ingat-ingatlah adik-adik untuk selalu untuk menghafal dan mengamalkan doa ini disaat kita akan memasuki pasar atau supermarket atau mini market atau apapun namanya walaupun cuma sekedar melewatinya atau melihat-lihat tanpa ada keinginan untuk membelinya dan sebaiknya kita ke pasar apabila memiliki kebutuhan . Dengan berdo`a kita berharap agar kita dilindungi oleh Alloh dan mendapatkan pahala atas upaya kita mengamalkan sunnah nabi kita.

Baca Selengkapnya »»

Pendidikan Anak dalam Islam

Pendidikan Anak dalam Islam
Oleh Syaikh Muhammad Jamil Zainu dan Syaikh Muqbil bin Hadi

Pendidikan anak adalah perkara yang sangat penting di dalam Islam. Di dalam Al-Quran kita dapati bagaimana Allah menceritakan petuah-petuah Luqman yang merupakan bentuk pendidikan bagi anak-anaknya. Begitu pula dalam hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kita temui banyak juga bentuk-bentuk pendidikan terhadap anak, baik dari perintah maupun perbuatan beliau mendidik anak secara langsung.


Seorang pendidik, baik orangtua maupun guru hendaknya mengetahui betapa besarnya tanggung-jawab mereka di hadapan Allah ‘azza wa jalla terhadap pendidikan putra-putri islam.


Tentang perkara ini, Allah azza wa jalla berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”.
(At-Tahrim: 6)

Dan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Setiap di antara kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban”

Untuk itu -tidak bisa tidak-, seorang guru atau orang tua harus tahu apa saja yang harus diajarkan kepada seorang anak serta bagaimana metode yang telah dituntunkan oleh junjungan umat ini, Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Beberapa tuntunan tersebut antara lain:

- Menanamkan Tauhid dan Aqidah yang Benar kepada Anak

Suatu hal yang tidak bisa dipungkiri bahwa tauhid merupakan landasan Islam. Apabila seseorang benar tauhidnya, maka dia akan mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat. Sebaliknya, tanpa tauhid dia pasti terjatuh ke dalam kesyirikan dan akan menemui kecelakaan di dunia serta kekekalan di dalam adzab neraka. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan mengampuni yang lebih ringan daripada itu bagi orang-orang yang Allah kehendaki”
(An- Nisa: 48)

Oleh karena itu, di dalam Al-Quran pula Allah kisahkan nasehat Luqman kepada anaknya. Salah satunya berbunyi,

يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar”.
(Luqman: 13)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri telah memberikan contoh penanaman aqidah yang kokoh ini ketika beliau mengajari anak paman beliau, Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam At-Tirmidzi dengan sanad yang hasan. Ibnu Abbas bercerita,

“Pada suatu hari aku pernah berboncengan di belakang Nabi (di atas kendaraan), beliau berkata kepadaku: “Wahai anak, aku akan mengajari engkau beberapa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan dapati Allah di hadapanmu. Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Jika engkau meminta tolong, minta tolonglah kepada Allah. Ketahuilah. kalaupun seluruh umat (jin dan manusia) berkumpul untuk memberikan satu pemberian yang bermanfaat kepadamu, tidak akan bermanfaat hal itu bagimu, kecuali jika itu telah ditetapkan Allah (akan bermanfaat bagimu). Ketahuilah. kalaupun seluruh umat (jin dan manusia)berkumpul untuk mencelakakan kamu, tidak akan mampu mencelakakanmu sedikitpun, kecuali jika itu telah ditetapkan Allah (akan sampai dan mencelakakanmu). Pena telah diangkat, dan telah kering lembaran-lembaran”.

Perkara-perkara yang diajarkan oleh Rasulllah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Ibnu Abbas di atas adalah perkara tauhid.

Termasuk aqidah yang perlu ditanamkan kepada anak sejak dini adalah tentang dimana Allah berada. Ini sangat penting, karena banyak kaum muslimin yang salah dalam perkara ini. Sebagian mengatakan bahwa Allah ada dimana-mana. Sebagian lagi mengatakan bahwa Allah ada di hati kita, dan beragam pendapat lainnya. Padahal dalil-dalil menunjukkan bahwa Allah itu berada di atas arsy, yaitu di atas langit. Dalilnya antara lain,

“Ar-Rahman beristiwa di atas ‘Arsy” (Thaha: 5)

Makna istiwa adalah tinggi dan meninggi sebagaimana di dalam riwayat Al-Bukhari dari tabi’in.

Adapun dari hadits,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada seorang budak wanita, “Dimana Allah?”. Budak tersebut menjawab, “Allah di langit”. Beliau bertanya pula, “Siapa aku?” budak itu menjawab, “Engkau Rasulullah”. Rasulllah kemudian bersabda, “Bebaskan dia, karena sesungguhnya dia adalah wanita mu’minah”. (HR. Muslim dan Abu Daud).

- Mengajari Anak untuk Melaksanakan Ibadah

Hendaknya sejak kecil putra-putri kita diajarkan bagaimana beribadah dengan benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Mulai dari tatacara bersuci, shalat, puasa serta beragam ibadah lainnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي

“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat” (HR. Al-Bukhari).

“Ajarilah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka ketika mereka berusia sepuluh tahun (bila tidak mau shalat-pen)” (Shahih. Lihat Shahih Shahihil Jami’ karya Al-Albani).

Bila mereka telah bisa menjaga ketertiban dalam shalat, maka ajak pula mereka untuk menghadiri shalat berjama’ah di masjid. Dengan melatih mereka dari dini, insya Allah ketika dewasa, mereka sudah terbiasa dengan ibadah-ibadah tersebut.

· Mengajarkan Al-Quran, Hadits serta Doa dan Dzikir yang Ringan kepada Anak-anak

Dimulai dengan surat Al-Fathihah dan surat-surat yang pendek serta doa tahiyat untuk shalat. Dan menyediakan guru khusus bagi mereka yang mengajari tajwid, menghapal Al-Quran serta hadits. Begitu pula dengan doa dan dzikir sehari-hari. Hendaknya mereka mulai menghapalkannya, seperti doa ketika makan, keluar masuk WC dan lain-lain.

- Mendidik Anak dengan Berbagai Adab dan Akhlaq yang Mulia

Ajarilah anak dengan berbagai adab Islami seperti makan dengan tangan kanan, mengucapkan basmalah sebelum makan, menjaga kebersihan, mengucapkan salam, dll.

Begitu pula dengan akhlak. Tanamkan kepada mereka akhlaq-akhlaq mulia seperti berkata dan bersikap jujur, berbakti kepada orang tua, dermawan, menghormati yang lebih tua dan sayang kepada yang lebih muda, serta beragam akhlaq lainnya.

- Melarang Anak dari Berbagai Perbuatan yang Diharamkan

Hendaknya anak sedini mungkin diperingatkan dari beragam perbuatan yang tidak baik atau bahkan diharamkan, seperti merokok, judi, minum khamr, mencuri, mengambil hak orang lain, zhalim, durhaka kepada orang tua dan segenap perbuatan haram lainnya.

Termasuk ke dalam permasalahan ini adalah musik dan gambar makhluk bernyawa. Banyak orangtua dan guru yang tidak mengetahui keharaman dua perkara ini, sehingga mereka membiarkan anak-anak bermain-main dengannya. Bahkan lebih dari itu –kita berlindung kepada Allah-, sebagian mereka menjadikan dua perkara ini sebagai metode pembelajaran bagi anak, dan memuji-mujinya sebagai cara belajar yang baik!

Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda tentang musik,

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ اَلْحِرَ وَالْحَرِيْرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ

“Sungguh akan ada dari umatku yang menghalalkan zina, sutra, khamr dan al-ma’azif (alat-alat musik)”.
(Shahih, HR. Al-Bukhari dan Abu Daud).

Maknanya: Akan datang dari muslimin kaum-kaum yang meyakini bahwa perzinahan, mengenakan sutra asli (bagi laki-laki, pent.), minum khamar dan musik sebagai perkara yang halal, padahal perkara tersebut adalah haram.

Dan al-ma’azif adalah setiap alat yang bernada dan bersuara teratur seperti kecapi, seruling, drum, gendang, rebana dan yang lainnya. Bahkan lonceng juga, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Lonceng itu serulingnya syaithan”. (HR. Muslim).

Adapun tentang gambar, guru terbaik umat ini (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) telah bersabda,

كُلُّ مُصَوِّرٍ فِي النَّارِ، يَجْعَلُ لَهُ بِكُلِّ صُوْرَةٍ صَوَّرَهَا نَفْسًا فَتُعَذِّبُهُ فِي جَهَنَّمَ

“Seluruh tukang gambar (mahluk hidup) di neraka, maka kelak Allah akan jadikan pada setiap gambar-gambarnya menjadi hidup, kemudian gambar-gambar itu akan mengadzab dia di neraka jahannam”(HR. Muslim).

إِنِّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَاباً عِنْدَ اللهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ اَلْمُصَوِّرُوْنَ

“Sesungguhnya orang-orang yang paling keras siksanya di sisi Allah pada hari kiamat adalah para tukang gambar.” (HR. Muslim).

Oleh karena itu hendaknya kita melarang anak-anak kita dari menggambar mahkluk hidup. Adapun gambar pemandangan, mobil, pesawat dan yang semacamnya maka ini tidaklah mengapa selama tidak ada gambar makhluk hidupnya.

- Menanamkan Cinta Jihad serta Keberanian

Bacakanlah kepada mereka kisah-kisah keberanian Nabi dan para sahabatnya dalam peperangan untuk menegakkan Islam agar mereka mengetahui bahwa beliau adalah sosok yang pemberani, dan sahabat-sahabat beliau seperti Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali dan Muawiyah telah membebaskan negeri-negeri.

Tanamkan pula kepada mereka kebencian kepada Yahudi dan orang-orang zhalim. Tanamkan bahwa kaum muslimin akan membebaskan Al-Quds ketika mereka mau kembali mempelajari Islam dan berjihad di jalan Allah. Mereka akan ditolong dengan seizin Allah.

Didiklah mereka agar berani beramar ma’ruf nahi munkar, dan hendaknya mereka tidaklah takut melainkan hanya kepada Allah. Dan tidak boleh menakut-nakuti mereka dengan cerita-cerita bohong, horor serta menakuti mereka dengan gelap.

- Membiasakan Anak dengan Pakaian yang Syar’i

Hendaknya anak-anak dibiasakan menggunakan pakaian sesuai dengan jenis kelaminnya. Anak laki-laki menggunakan pakaian laki-laki dan anak perempuan menggunakan pakaian perempuan. Jauhkan anak-anak dari model-model pakaian barat yang tidak syar’i, bahkan ketat dan menunjukkan aurat.

Tentang hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang meniru sebuah kaum, maka dia termasuk mereka.”
(Shahih, HR. Abu Daud)

Untuk anak-anak perempuan, biasakanlah agar mereka mengenakan kerudung penutup kepala sehingga ketika dewasa mereka akan mudah untuk mengenakan jilbab yang syar’i.

Demikianlah beberapa tuntunan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam mendidik anak. Hendaknya para orang tua dan pendidik bisa merealisasikannya dalam pendidikan mereka terhadap anak-anak. Dan hendaknya pula mereka ingat, untuk selalu bersabar, menasehati putra-putri Islam dengan lembut dan penuh kasih sayang. Jangan membentak atau mencela mereka, apalagi sampai mengumbar-umbar kesalahan mereka.

Semoga bisa bermanfaat, terutama bagi orangtua dan para pendidik. Wallahu a’lam bishsawab.

Diambil kitab Kaifa Nurabbi Auladana karya Syaikh Muhammad Jamil Zainu dan hadits-hadits tentang hukum gambar ditambahkan dari Hukmu Tashwir Dzawatil Arwah karya Syaikh Muqbil bin Hadi melali www.wiramandiri.wordpress.com.

Baca Selengkapnya »»

Hafshoh binti `Umar Bin Khaththab

Hafshoh binti `Umar Bin Khaththab

Anak-anak di jalan Allah subhanau wa ta`ala. Tentu kalian mengetahui dengan benar bahwa salah seorang istri nabi kita Muhammad shallallahu `alaihi wassalam bernama Hafsah putri dari `Umar bin Khaththab. Sebelumnya beliau dinikahi salah seorang shohabat yang mulia bernama Khunais bin Khudzafah bin Qo`is As-Sahmi Al-Quraisy yang pernah berhijrah dua kali, serta mengikut perang Badar dan perang Uhud lalu Alloh takdirkan setelah itu beliau wafat di negeri hijrah madinah karena sakit yang beliau alami saat perang Uhud. Beliau meninggalkan seorang janda yang masih muda dan bertaqwa yakni Hafshoh yang masih berumur 18 tahun. "Umar benar-benar merasakan gelisah dengan adanya keadaan putrinya yang menjanda dalam keadaan masih muda dan Bbliau juga merasakan kesedihan setiap kali masuk rumah melihat putrinya dalam keadaan berduka.Kemudian `Umar berkesimpulan untuk mencarikan suami untuk putrinya agar kebahagiaan yang telah hilang tatkala dia menjadi seorang istri selama kurang lebih enam bulan dapat kembali.

`Umar menjatuhkan harapannya kepada Abu Bakar Ash Shidiq rodhiallaahu 'anhu orang yang paling dicintai Rosulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam karena Abu Bakar dengan sifat kelembutannya dapat diharapkan membimbing Hafshoh yang mewarisi watak bapaknya yakni bersemangat tinggi dan berwatak tegas. Kemudian bersegeralah `Umar menemui Abu Bakar dan menceritakan perihal Hafshoh berserta ujian yang menimpa dirinya yakni berstatus janda. Sedangkan Abu Bakar ash-Shiddiq memperhatikan dengan rasa iba dan belas kasihan lalu setelah menceritakan keadaan purinya barulah `Umar menawari Abu Bakar agar mau menikahi putrinya. Dalam hatinya dia tidak ragu bahwa Abu Bakar mau menerima purinya sebagai istri ,seorang yang masih muda dan bertakwa. Namun ternyata Abu Bakar tidak menjawab apa-apa. Maka berpalinglah `Umar dengan membawa kekecewaan hatinya yang hampir-hampir dia tidak percaya. Kemudian `Umar menuju rumah `Utsman bin `Affan yang saat itu istri beliau yang bernama Ruqqoyah binti Rosulillah telah wafat karena sakit yang dideritanya.

`Umar menceritakan keadaan yang dialami oleh putrinya kepada `Utsman dan menawari agar mau menikahi putrinya, namun beliau menjawab, "Aku belum ingin menikah saat ini". Semakin bertambahlah kesedihan `Umar atas penolakan Utsman tersebut setelah ditolak oleh Abu Bakar. Kemudian beliau menghadap Rosulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam dan mengadukan keadaan dan sikap Abu Bakar maupun `Utsman. Maka tersenyumlah Rosulllah Shallallaahu 'alaihi wa sallam lalu berkata, "Hafshoh akan dinikahi oleh orang yang lebih baik dari Abu Bakar dan `Utsman sedangkan Ustman akan menikahi wanita yang lebih baik daripada Hafshoh (yaitu putri beliau Ummu Kultsum rodhiallaahu 'anha)"

`Umar bin Khaththab bersyukur atas kemuliaan yang Allah berikan kepada diri dan keluarganya. Hilanglah segala kesedihannya, maka dengan segera dia menyampaikan kabar gembira tersebut kepada setiap orang yang dicintainya sedangkan Abu Bakar adalah orang yang pertama kali beliau temui. Tatkala Abu Bakar melihat `Umar dalam keadaan gembira dan suka cita maka beliau mengucapkan selamat kepada `Umar dan meminta maaf kepada `Umar sambil berkata "Janganlah engkau marah kepadaku wahai `Umar karena aku telah mendengar Rosulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam menyebut-nyebut Hafshoh. Hanya saja aku tidak ingin membuka rahasia Rosulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam, seandainya beliau menolak Hafshoh maka pastilah aku akan menikahinya. Maka Madinah mendapat barokah dengan indahnya pernikahan Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam dengan Hafshoh binti `Umar pada bulan Sya'ban tahun ketiga Hijriyah. Begitu pula barokah dari pernikahan `Utsman bin `Affan dengan Ummu Kultsum binti Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam pada bulan Jumadil Akhir tahun ketiga Hijriyah juga.

Begitulah anak-anak semoga Alloh memberi kebaikan kepada kalian semua, Hafshoh bergabung dengan istri-istri Rosulullah dan Ummahatul Mukminin lainnya dalam rumah tangga yang kenabian. Di dalam rumah tangga Nubuwwah ada istri selain beliau yakni Saudah dan `Aisyah. Maka tatkala ada kecemburuan beliau mendekati `Aisyah karena dia lebih pantas dan lebih layak untuk cemburu. Beliau senantiasa mendekati dan mengalah dengan `Aisyah mengikuti pesan bapaknya, yaitu`Umar yang berkata, "Betapa kerdilnya engkau bila dibanding dengan `Aisyah dan betapa kerdilnya ayahmu ini apabila dibandingkan dengan ayahnya".

Hafshoh dan `Aisyah pernah menyusahkan Nabi, maka turunlah firman allah ta`ala yang artinya,

"Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong untuk menerima kebaikan dan jika kamu berdua bantu membantu menyusahkan Nabi,maka sesungguhnya Allah adalah pelindungnya dan (begitu pula) Jibril"

(QS. At-Tahrim: 4)

Ketahuilah anak-anak di jalan Allah, telah diriwayatkan bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam telah mentalak sekali untuk Hafshoh tatkala Hafshoh dianggap menyusahkan Nabi namun beliau rujuk kembali dengan perintah yang dibawa oleh Jibril 'alaihis salam yang mana dia berkata,
"Dia adalah seorang wanita yang rajin shaum, rajin shalat dan dia adalah istrimu di surga".

Hafshoh pernah merasa bersalah karena menyebabkan kesusahan dan penderitaan Nabi dengan menyebarkan rahasianya namun akhirnya menjadi tenang setelah Rosulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam memaafkan beliau. Kemudian Hafshoh hidup bersama Nabi dengan hubungan yang harmonis sebagai seorang istri bersama suaminya. Manakala Rasul yang mulia menghadap ar-Rafiiq al-A'la dan Khalifah dipegang oleh Abu Bakar ash-Shiddiq, maka Hafshoh-lah yang dipercaya diantara Ummahatul Mukminin termasuk Aisyah didalamnya, untuk menjaga mushaf Al-Qur'an yang pertama.

Ketika ayah beliau yang ketika itu adalah Amirul mukminin merasakan dekatnya ajal setelah ditikam oleh Abu Lu'lu'ah seorang Majusi pada bulan Dzulhijjah tahun 13 hijriyah, maka Hafshoh adalah putri beliau yang mendapat wasiat yang beliau tinggalkan. Hafshoh wafat pada masa kekholifahan pada masa bani Ummayah yaitu saat shohabat Mu'awiyah bin Abu Sufyan radhiallaahu 'anhu menjadi Khalifah dan hafshoh binti `Umar wafat setelah memberikan wasiat kepada saudaranya yang bernama `Abdullah bin `Umar dengan wasiat yang diwasiatkan oleh ayahnya radhiallaahu 'anhu. Semoga Alloh subhanahu wa ta`ala meridhai beliau karena beliau telah menjaga al-Qur'an al- Karim, dan beliau adalah wanita yang disebut Jibril sebagai Showwamah dan Qowwamah (Wanita yang rajin shaum dan shalat) dan bahwa beliau adalah istri Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam di jannah.

Anak-anak semoga Allah memberi barakah pada kalian. Semoga Alloh memberi kita kemudahan bagi kitauntuk mengikuti jejak beliau teuatama bagi kalian anak-anak muslimah yang elak akan mengarungi kehidupan bersama suami-suami kalian, ya Alloh kabulkan do`a kami. Amin.

Baca Selengkapnya »»

Sabtu, 24 Januari 2009

Minum Madu Yuk..

Minum Madu Yuk...

Anak-anak di jalan Alloh. Alloh ta`ala berfirman yang artinya,
"Keluarlah dari perutnya (lebah) minuman yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan manusia."
(QS. An-Nahl: 69)

Kalian suka madu kan.. Tentu kalian sudah tau bahwa madu memiliki keistimewaan dibandingkan zat pemanis lainnya. Salah satu keunggulan madu dibanding pemanis lain adalah dapat langsung dikonsumsi setelah diambil dari sarangnya tanpa melalui proses pengolahan terlebih dulu. Hal ini dimungkinkan karena kandungan gula sederhana yang terdapat di dalamnya, yaitu glukosa dan fruktosa dengan kadar yang cukup tinggi. Berbeda dengan gula tebu yang harus diolah sebelum dikonsumsi.


Dilihat dari kandungan asam folatnya, madu sangat baik dikonsumsi ibu hamil. Asam folat merupakan nutrien penting bagi pertumbuhan janin. Kekurangan asam folat pada masa awal kehamilan dapat menyebabkan bayi yang lahir beresiko besar mengalami cacat bawaan pembuluh syaraf.
Madu yang diberikan kepada bayi yang telah makan dan minum selain ASI, dapat memacu pertumbuhan sel darah merah dan otaknya. Madu juga baik bagi pertumbuhan gigi bayi. Karena, madu mengandung antibiotika yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk.

Kandungan mineral dalam madu bermanfaat untuk menjaga kesehatan gigi yaitu sebagai anti bakteri yang ada di mulut, menjaga kekuatan enamel dan dentin. Madu bermanfaat juga untuk obat turun panas, mengurangi rasa mual, gangguan pencernaan, mencegah radang usus besar, sariawan, gatal-gatal, gigitan serangga, untuk mata bintiten dan untuk menjaga kesehatan mata.


Nah sering-sering minum madu ya.. biar Alloh jadikan kita sehat. Amin

Baca Selengkapnya »»

MengenalMakkah

Makkah

Nah anak-anak kini kita akan mengenal lebih dekat kota Makkah yang sekarang ada di saudi arabia. Kota Makkah terletak sekitar 600 km sebelah selatan kota Madinah, kurang lebih 200 km sebelah timur laut kota Jeddah tepatnya pada koordinat 21°25′24″LU,39°49′24″BT.Koordinat: 21°25′24″LU,39°49′24″BT Kotanya merupakan lembah sempit yang dikelilingi gunung gunung dengan bangunan Ka'bah sebagai pusatnya. Dengan itu, pada masa dahulu kota ini rawan banjir bila di musim hujan dan sekarang alhamdulillah pemerintah Arab Saudi memperbaiki kota ini dan merenovasi kota ini.

Seperti pada umumnya kota kota di wilayah Arab Saudi, kota ini beriklim gurun. Penghuni pertamanya adalah nabi Ismail dan ibundanya Hajar lalu diikuti oleh suku jurhum yang menetap disana di samping Nabi Ismail dan ibunya. Setelah suku Jurhum tidak ada maka digantikan suku Quraisy yang dari suku Quraisylah lahir Nabi kita Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wassalam . Di Makkahlah Nabi pertama kali berdakwah kepada kaumnya suku Quraisy tetapi kebanyakan mereka menentang. Lalu Allah subhanahu wa ta`ala perintahkan beliau shallallahu `alaihi wassalam bersama sahabat-sahabatnya pergi berhijroh ke Madinah. Baru pada tahun 8 Hijriyah Makkah dapat dikuasai setelah beliau hijrah ke Madinah an terjadi pelanggaran Perjanjian Hudhaibiyah oleh suku Quraisy.

Jangan lupa juga bahwa di kota Makkah pula terdapat Ka`bah yang terdapat di dalam majid Al Haram.Tentu kalian tahu ka`bah adalah kiblat kita kaum muslimin sedunia dalam menunaikan ibadah kepada Allah ta`ala. Di kota Makkah juga sebagi tempat perlindungan bagi siapa saja yag menyelamatkan diri atau berlindung disana, bahkan pembunuh tidak dapat dibunuh di makkah tersebut. Ketahuilah pula oleh kalian bahwa Kota Makkah pernah menjadi tempat pemerintahan sesudah Khulafaur Rosyidin yaitu pemerintahan sahabat Abdullah bin Zubair bin Awwam.

Anak-anak semoga Alloh menjaga kalian
. Semoga Alloh memudahkan kita dapat berhaji sehingga dengan begiu kita dapat mengunjungi Makkah pula. Ya Alloh kabulkan peromohonan hamba-hamba-Mu ini. Amin.

Baca Selengkapnya »»

Minggu, 18 Januari 2009

Kepada Orangtua Yang Peduli

Kepada Orangtua Yang Peduli

Kepada orangtua, kepada ummu dan abu yang mencintai sunnah ini dan menginginkan kebaikan bagi dirinya dan juga untuk buah hatinya dengarlah nasihat seorang ulama ahlussunnah wal jama`ah agar kita senantiasa membenci yahudi laknatullah. Semoga dengan senantiasa mendengar nasihat kita selalu mendapat kebaikan dan kemudahan serta tentunya pahala yang berlipatdari Alloh ta`ala di dalam mendidik anak-anak kita dan mengamalkan sunnah ini di dalam hidup kita, juga anak-anak kita dan untuk kaum muslimin secara umum .

Wahai orangtua dengarlah nasihat beliau...

Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu


[Berkata Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu, ketika beliau berbicara tentang pentingnya menanamkan jihad dan keberanian kepada anak-anak kaum muslimin:]

[Hendaknya orang tua..]

1. Menyediakan waktu khusus untuk duduk bersama keluarga serta para murid dan membacakan buku tentang sirah Rasul shallallahu ‘alaihi wassalam serta sirah shahabatnya. Agar mereka mengetahui bahwa beliau adalah sosok yang pemberani, dan sahabat-sahabat beliau seperti Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali dan Muawiyah telah membebaskan negeri-negeri kita.

Ini merupakan sebab datangnya hidayah Allah kepada kita. Mereka ditolong dengan sebab keimanan dan peperangan mereka, pengamalan mereka terhadap Al-Quran dan As-Sunnah, serta akhlak mereka yang tinggi.

2. Mendidik anak-anak agar berani, beramar ma’ruf nahi munkar, dan hendaknya mereka tidaklah takut melainkan hanya kepada Allah. Dan tidak boleh menakut-nakuti mereka dengan cerita-cerita bohong, horor serta menakuti mereka dengan gelap.

3. Menanamkan pada anak-anak dendam kesumat kepada Yahudi dan orang-orang zhalim. Pemuda-pemuda kita akan membebaskan Palestina dan Al-Quds ketika mereka kembali mempelajari Islam dan berjihad di jalan Allah dan mereka akan ditolong dengan seizin Allah.

4. Memberi kisah-kisah pendidikan Islam yang bermanfaat seperti serial kisah Al-Quran Al-Karim dan sirah nabawiyah serta tokoh-tokoh sahabat dan para pahlawan muslim seperti kitab:

- Asy-Syama’il Muhammadiyah wal Akhlaqun Nabawiyah dan Adab Al-Islamiyah
- Min Bada’il Qashash An-Nabawi Ash-Shahih

(Dinukil dari blog ulamasunnah.wordpress.com dari buku “Kaifa Nurabbi Auladana”, karya Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu, halaman 56-57, Penerbit Al Ilmu Jogja, Muroja’ah: Al Ustadz Ali Basuki, Lc)


Baca Selengkapnya »»

Sahabat Utsman bin Affan

`Utsman bin ‘Affan


Anak-anak semoga kalian mendapat rahmat Alloh ta`ala
, sekarang kita akan mengenal dan mempelajari Khulafaur Rosyidin yang ke-3 yaitu `Utsman bin `Affan. Ketahuilah oleh kalian nama lengkap beliau adalah ‘Utsman bin `Affan bin Abi `Ash bin Umayah bin `Abdi Syams bin `Abdi Manaf al Umawy al Qurasy, di masasebelum datangnya islam yaitu masa jahiliyah beliau dipanggil dengan Abu ‘Amr lalu saat telah tiba masa Islam `beliau mendapat nama kunyah yaitu Abu ‘Abdillah. Tentu kalian juga sudah mengetahui bahwa beliau digelari dengan sebutan “Dzunnuraini”, dikarenakan beliau menikahi dua puteri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam yaitu Ruqayah dan Ummu Kultsum radhiallahuma anha. Ibu sahabat `utsman bin `Affan bernama Arwa’ bin Kuraiz bin Robi’ah bin Habib bin ‘Abdi Syams yang kemudian masuk Islam pula.


Anak-anak semoga kalian diberkahi oleh Rabb kita,
Imam Muslim telah meriwayatkan dari ‘Aisyah, seraya berkata,” Pada suatu hari Rosulullah sedang duduk dimana paha beliau terbuka, maka Abu Bakar meminta izin kepada beliau untuk menutupinya dan beliau mengizinkannya, lalu paha beliau tetap dalam keadaan semula (terbuka). Kemudian `Umar minta izin untuk menutupinya dan beliau mengizinkannnya, lalu paha beliau tetap dalam keadaan semula (terbuka), ketika `Utsman meminta izin kepada beliau, maka beliau melepaskan pakaiannya (untuk menutupi paha terbuka). Ketika mereka telah pergi, maka aku (`Aisyah) bertanya,”Wahai Rosulullah, Abu Bakar dan `Umar telah meminta izin kepadamu untuk menutupinya dan engkau mengizinkan keduanya, tetapi engkau tetap berada dalam keadaan semula (membiarkan pahamu terbuka), sedangkan ketika `Utsman meminta izin kepadamu, maka engkau melepaskan pakainanmu (dipakai untuk menutupinya). Maka Rosulullah menjawab,” Wahai `Aisyah, Bagaimana aku tidak merasa malu dari seseorang yang malaikat saja merasa malu kepadanya”.

Ibnu ‘Asakir dan yang lainnya menjelaskan dalam kitab “Fadhail ash Shahabah” bahwa `Ali bin Abi Thalib ditanya tentang `Utsman, maka beliau menjawab,” Utsman itu seorang yang memiliki kedudukan yang terhormat yang dipanggil dengan Dzunnuraini, dimana Rosulullah menikahkannya dengan kedua putrinya."

Perjalanan hidup beliau yang tidak pernah terlupakan dalam sejarah adalah beliau membukukan Al-Qura’an dalam satu versi bacaan dan membuat beberapa salinannya yang dikirim kebeberapa negeri-negeri Islam. Beliau juga memerintahkan umat Islam agar berpatokan kepadanya dan memusnahkan mushaf yang dianggap bertentangan dengan salinan tersebut. Dan alhamdulillah atas izin Alloh ta’ala, melalui tindakan beliau ini umat Islam dapat memelihara ke aslian Al-Qur’an sampai saat ini .

Anak-anak di jalan Allah yang mulia,lihatlah bagaimana cara beliau hidup,
diriwayatkan dari oleh Imam Ahmad bin Hanbal dalam kitab Musnadnya dari Yunus bahwa ketika al Hasan ditanya tentang orang yang beristirahat pada waktu tengah hari di masjid ?. maka ia menjawab,
”Aku melihat `Utsman bin `Affan beristirahat di masjid, padahal beliau sebagai Kholifah, dan ketika ia berdiri nampak sekali bekas kerikil pada bagian rusuknya, sehingga kami berkata,” Ini Amirul Mukminin, Ini Amirul Mukminin..”.

Diriwayatkan pula oleh Abu Na’im dalam kitabnya “Hulyah al Auliyah” dari Ibnu Sirin bahwa ketika `Utsman terbunuh, maka isteri beliau berkata,
” Mereka telah tega membunuhnya, padahal mereka telah menghidupkan seluruh malam dengan Al-Quran”.

Ibnu Abi Hatim telah meriwayatkan dari `Abdullah bin `Umar, seraya ia berkata dengan firman Alloh” yang artinya,
“(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.”
(QS. Az-Zumar:9)
Yang dimaksud adalah `Utsman bin `Affan.

Beliau wafat dan syahid pada tahun 35 H pada pertengahan tasyriq tanggal 12 Dzul Hijjah, dalam usia 80 tahun lebih, dibunuh oleh kaum pemberontak (Khowarij) yang telah mengepung dan menahan beliau di dalam rumah beliau pada bulan haji. Dan beliau adalah seorang yang sabar dan tidak ingin menumpahkan darah seorang muslim, bahkan ketahuilah anak-anak bahwa tuduhan-tuduhan yang dituduhkan pada beliau adalah dusta dan beliau telah melarang para sahabat radhiallahu `anhum saat itu untuk bertempur mengusir khawarij yang mengepung beliau karena rasa kasih sayang beliau pada ummat ini. Namun hati-hati mereka khawarij telah gelap sehingga mereka sepakat membunuh beliau di saat membaca kalamulloh.

Anak-anak, semoga kita dimudahkan oleh Rabb kita untuk dapat mengikuti salaful ummah kita dan kita dimasukkan jannah dan kita juga memohon dijauhkan dari pemahaman yang jauh tuntunan nabi kita. Amin.

Baca Selengkapnya »»

Sahabat Utsman bin Affan

Utsman bin ‘Affan

Anak-anak semoga kalian mendapat rahmat Alloh ta`ala, sekarang kita akan mengenal dan memeNama lengkapnya adalah ‘Utsman bin `Affan bin Abi `Ash bin Umayah bin `Abdi Syams bin `Abdi Manaf al Umawy al Qurasy, ketahuilah pada masa jahiliyah beliau dipanggil dengan Abu ‘Amr kemudian berubah pada masa Islam nama julukannya (kunyah) adalah Abu ‘Abdillah. Beliau juga digelari dengan sebutan “Dzunnuraini”, dikarenakan beliau menikahi dua puteri Rosululloh shallallahu ‘alaihi wassalam yaitu Ruqoyah dan Ummu Kaltsum. Ibunya bernama Arwa’ bin Kuraiz bin Robi’ah bin Habib bin ‘Abdi Syams yang kemudian juga menganut .

Imam Muslim telah meriwayatkan dari ‘Aisyah, seraya berkata,” Pada suatu hari Rosululloh sedang duduk dimana paha (paha bagian bawah yang berdekatan dengan lutut bagian atas) beliau terbuka, maka Abu Bakar meminta izin kepada beliau untuk menutupinya dan beliau mengizinkannya, lalu paha beliau tetap dalam keadaan semula (terbuka). Kemudian `Umar minta izin untuk menutupinya dan beliau mengizinkannnya, lalu paha beliau tetap dalam keadaan semula (terbuka), ketika `Utsman meminta izin kepada beliau, amaka beliau melepaskan pakaiannya (untuk menutupi paha terbuka). Ketika mereka telah pergi, maka aku (`Aisyah) bertanya,”Wahai Rosululloh, Abu Bakar dan `Umar telah meminta izin kepadamu untuk menutupinya dan engkau mengizinkan keduanya, tetapi engkau tetap berada dalam keadaan semula (membiarkan pahamu terbuka), sedangkan ketika `Utsman meminta izin kepadamu, maka engkau melepaskan pakainanmu (dipakai untuk menutupinya). Maka Rosululloh menjawab,” Wahai `Aisyah, Bagaimana aku tidak merasa malu dari seseorang yang malaikat saja merasa malu kepadanya”.


Anak-anak yang penuh semangat semoga kalian dimudahkan oleh Robbuna, tentu kalian mengetahui dengan benar peristiwa tidak pernah akan terlupakan dalam sejarah umat islam adalah saat beliau membukukan Al-Qura’an dalam satu versi bacaan dan membuat beberapa salinannya yang dikirim kebeberapa negeri negeri Islam. Serta memerintahkan umat Islam agar berpatokan kepadanya dan memusnahkan mushaf yang dianggap bertentangan dengan salinan tersebut. Biidzinillah, melalui tindakan beliau ini umat Islam dapat memelihara ke kemurnian Al-Qur’an sampai sekarang ini. Semoga Allah ta`ala membalasnya dengan balasan yang terbaik.

Diwayatkan dari oleh Imam Ahmad bin Hanbal dalam kitab Musnadnya dari yunus bahwa ketika al Hasan ditanya tentang orang yang beristirahat pada waktu tengah hari di masjid ?. maka ia menjawab,”Aku melihat `Utsman bin `Affan beristiraharit di masjid, padahal beliau sebagai Kholifah, dan ketika ia berdiri nampak sekali bekas kerikil pada bagian rusuknya, sehingga kami berkata,” Ini amirul mukminin, Ini amirul mukminin..”

Diriwayatkan oleh Abu Na’im dalam kitabnya “Hilyah al Auliyah” dari Ibnu Sirin bahwa ketika `Utsman terbunuh, maka isteri beliau berkata,” Mereka (khowarij/pemberontak)telah tega membunuhnya, padahal mereka telah menghidupkan seluruh malam dengan Al-Quran”.

Ibnu Abi Hatim telah meriwayatkan dari Abdullah bin Umar, seraya ia berkata dengan firman Allah”. “(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Rabbnya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (Qs Az-Zumar:9) yang dimaksud adalah `Utsman bin Affan.

Beliau wafat pada tahun 35 H pada pertengahan tasyriq tanggal 12 DzulHijjah tahun 35 H. Demikianlah kisah seorang sahabat Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wassalam yang telah dijamin masuk jannah dan beliau dibunuh oleh sesama muslim dan ketahuilah wahai anak-anak sesungguhnya para sahabat nabi berkeinginana membela beliau bahakan `Ali Bin Abi Tholib dan Zubair bin Awwam mengirimkan putra-putra mereka untuk menjaga beliau, tetapi beliau menolaknya dengan alasan ingin menjaga kehormatan dan darah muslim. Namun Para pemberontak tetap melakukan pembunuhan atas beliau di masa senja usia belia. Semoga Allah ta`ala memberikan balasan atas jasa-jasa beliau.

Anak-anak di jalan Alloh semoga kalian diberkahi, marilah kita berusaha mengikuti jejak beliau dalam kehidupan ini. Semoga kita semua oleh-Nya dimudahkan dalam mengamalkan amal-amal kebajikan dan dijauhkankan dari fitnah. Amin.

Baca Selengkapnya »»