Jumat, 20 Maret 2009

Jangan Ganggu Temanmu

Jangan Ganggu Temanmu
Oleh: Ummu Usamah Aliyah


Adik-adik yang semoga disayang oleh Allah, sekarang kakak ingin bertanya.

Siapa di antara kalian yang punya hobi mengganggu teman?
Jika ada yang memiliki hobi seperti ini –masya Allah- ketahuilah adik-adik, ini adalah termasuk kebiasaan yang sangat tercela, walau pun bagi kalian mungkin sangat mengasyikkan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam dulu pernah bersabda,

“Seorang muslim yang baik adalah yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya.” (HR Al Bukhari)


Jadi, bukanlah anak yang baik apabila setiap hari kalian suka mengusili teman atau mengganggunya. Baik secara lisan ataupun dengan tangan kalian.

Mengganggu teman dengan lisan, misalnya kalian mengejeknya, mencemoohnya, menertawakannya, menjulukinya, dengan gelar-gelaran jelek yang menyakitkan hatinya, meng-ghibahinya, dan selainnya.

Mengganggu teman dengan tangan, misalnya kalian memukulnya, mencubitnya, merusak mainannya, merobek bukunya, merampas uangnya dan sebagainya.

Jika kalian suka menganggunya teman seperti ini, jangan salahkan jika tidak ada teman yang mau berteman dengan kalian. Kalian akan dijauhi dan dibenci. Karena, siapapun akan merasa tidak aman dari kenakalan kalian.

Orang yang suka menganggu dan menyakiti orang akan mendapatkan dosa. Allah ta’ala berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 58 yang artinya,

“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.”

Ketika kalian sedang menganggu teman, cobalah bayangkan bagaiamana rasanya jika kalian yang diganggu oleh teman kalian itu.

Jika kalian mencubit, sukakah kalian jika dicubit?
Jika kalian memukul, sukakah kalian bila dipukul?
Jika kalian mengejek teman, sukakah kalian bila diejek?

Tentunya kalian tidak mau diejek bukan?
Tentunya kalian tidak mau disakiti bukan?

Nah demikian juga orang lain wahai adik-adikku.

(Sumber: 12 Perilaku Tercela di Sekitar Kita, Ummu Usamah Aliyyah, muraja’ah Al-Ustadz Abdul Mu’thi, Lc. Penerbit Darul Ilmi)



Tidak ada komentar: