Senin, 05 Januari 2009

Kisah 3 Orang

Kisah 3 Orang

Sebelum jaman Rasulullah shallallahu `alaihi wassalam ada tiga orang yang berlindung ke dalam sebuah gua untuk bermalam. Lalu sebuah batu besar jatuh menutupi pintu masuk gua tersebut. Seseorang dari tiga orang tadi berkata,"Sungguh, tak ada satupun yang dapat menyelamatkan kmu semua dari bahaya ini kecuali bila kamu berdoa kepada Allah dengan menyebutkan amal sholih yang telah kalian kerjakan."

Kemudian berkata salah seorang dari mereka,"Ya Allah.. dahulu aku memiliki ayah dan ibu yang sudah lanjut dan sudah terbiasa aku tidak memberikan susu kepada siapapun kecuali pada mereka berdua dahulu. Hingga suatu saat aku terlambat pulang karena mencari kayu dan aku dapati orangtuaku sudah tidur. Maka aku enggan membangunkan mereka berdua, serta aku tidak pula memberikan susu kepada siapapun sebelum kuberikan pada keduanya, kutunggu keduanya bangun sambil memegang wadah susu tersebut sampai fajar terbit walaupun anak-anakku merengek-rengek di bawah kakiku. Setelah mereka bangun maka kuberikan susu tadi. Ya Alloh.. bila kulakukan demikian itu untuk mengharap rido Engkau maka geserlah batu ini." Lalu batu itu bergeser sedikit walaupun mereka belum dapat keluar dari gua.

Orang yang kedua berkata,"Ya Alloh.. sesungguhnya aku memiliki saudara perempuan sepupu yang aku cintai, akau ingin berzina dengannya. Suatu saat ia tertimpa kesulitan dan ia mendatangi diriku untuk meminta bantuanku. Lalu aku meminjaminya sebanyak 120 dinar dengan syarat ia mau menyerahkan dirinya padaku. Saat aku bersiap menzinainya, sepupuku berkata,"Takutlah kamu kepada Allah dan janganlah kamu membuka cincin(menzinai) kecuali dengan jalan yang benar(pernikahan).
Maka aku meninggalkannya beserta dinar itu aku tinggalkan pula. Ya Allah.. bila aku melakukan karema mengharap ridho-Mu maka geserlah batu yang menutupi pintu gua ini." Maka bergeserlah batu itu tetapi mereka belum dapat keluar.

Orang yang ketiga berujar,"Ya Allah.. aku memperkerjakan beberapa orang pekerja dan semuanya sudah kuberi gaji kecuali satu orang yang tidak sabar menunggu. Ia pergi dahulu dan tidak kembali mengambil gajinya, maka itu kukembangkan dari gajinya sehingga menjadi banyak. Setelah beberaa lama dia kembali seraya berkta, "Wahai hamba Alloh berikan gajiku yang dulu." Aku menjwabnya," Semua kekayaan yang ada di depanmu yaitu unta, sapi, kambing, dan budak penggembala adalah semua gajimu."
Ia berkata," Wahai hamba Alloh janganlah mempermainkan aku." Aku menjawab." Aku tidak mempermankanmu." Maka diambilah semua yang aku sebutkan tanpa ia sisakan unutkku sedikitpun. Ya Allah..Bila kulakukan semuanya itu untuk mendapat ridho-Mu maka geserlah batu ini."

Akhirnya bergeserlah batu itu dari pintu gua sehingga mereka bertiga dapat keluar dengan selamat.

(HR. Bukhori wa Muslim)

1 komentar:

NaJah NaJihaH mengatakan...

salam, syukran
cerita yg sgt menginsafkan diri..