Senin, 05 Januari 2009

Mari bercanda dengan Anak

Mari Bercanda dengan Anak

Kepada orangtua dengarlah ucapan Ummul Mukminin `Aisyah,"Perlakukan mereka seerti anak yang msih kecil." Masya Alloh, kalimat ini begitu ringkas tapi memiliki faidah yang besar. Tentu kita sebagi orangtua memahami dengan benar bahwa anak-anak adalah insan yang berbeda dengan kita manusia dewasa. Mereka adalah sosok yang ingin terkadang dimanja tanpa harus serius, mereka terkadang ingin bercanda dengan kita. Kalaulah yng mereka inginkan itu mengapa kita tidak berikan ada anak-anak kita..

Ketahuilah wahai ummi dan abi sesungguhnya Alloh menjadikan sesuatu sesuai ukurannya, berikan hak buah hati kita untuk bercanda dan bermain. Tentunya semuanya masih dalam koridor syari`at. Lihatlah dan perhatikan apa keinginan-keinginan mereka, selama keinginan-keinginan mereka tidak melanggar agama dan kita mampu memenuhinya serta tidak berlebih-lebihan tidaklah mengapa kita memenuhinya.

Dari `Aisyah berkata,
"Suatu hari aku menonton pasukan islam yang sedang berlatih perang, Rosululloh melindungiku dari pandangan orang. Setelah selesai akupun pergi, karena itulah perlakukan mereka(anak-anakmu) seperti anak perempuan yang masih kecil yang suka bermain-main."
(HR. Bukhri dan Muslim)

Begitulah Nabi kita memperlakukan istri beliau yang masih kecil. Beliau berikan pada `Aisyah untuk melakukan apa yng diinginkan seorang anak kecil. Dan tentunya kita tidak akan pernah lupa akan kisah perlombaan lari antara Rosululloh dengan `Aisyah atau kisah `Aisyah bermain bersama teman-temanya.
`Aisyah berkata,
"Aku pernah bermain boneka bersama teman-temanku di dekt nabi, bila nabi masuk merek sembunyi dan nabi membiarkan mereka bermain bersamaku."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Belum lagi wahai orangtua yang semoga Alloh merohmati kalian bagaimana nabi bercanda dengan seorang anak kecil bernama Abu `Umair saat diberitahu Abu `Umair bersedih karena burungnya meninggal dengan berkata padanya. "Wahai Aba `Umair apa yan diklakukan nughair?".
Bahkan Rasululloh shallallahu `alaihi wassalam pernah menyemburkan air ke seorang anak.Dari Mahmud bin ar Ruba`i berkata, "Nabi pernah mengambil air dari gayung lalu beliau msukkan ke mulut beliau kemudian menyemburkan ke wajhku. sat itu aku berusia 5 tahun."
(HR. Bukhori)

Rasulullah shallallahu `alaihi wassalam bahkan tidak jarang menggendong cucu-cucu beliau semisal Umamah cucu beliau dari Zainab, istri Abil Ash bin Robi`ah . Bila beliau sujud beliu letakkan Umamah di lntai dan bila berdiri beliau ambil lau digendongnya. (HR. Bukhari wa Muslim).
Beliau sangat memperhatikn anak-anak, apabila didalam sholat beliau saat mengimami manusia beliau mendengar suara bayi maka beliau segera peringan sholatnya.
Dari Anas bin Malik berkata,
Rosululloh berkata,"Aku ingin mulai shilat dan ingin kupanjangkan sholatnya, tapi tiba-tiba aku mendengar suara bayi menngis, maka aku pendekkan sholatku karena aku tahu ibunya sedih mendengar bayinya menangis."
(HR. Bukhori wa Muslim)

Lihatlah abi wa ummi seorang manusia terbaik pun tidak malu bermain dan bercanda dengan anak-anak. Beliau bahkan memberikan perhatian besar pada anak-anak. Sepantasnya kita meneladani beliau, marilah kita luangkn sedikit waktu untuk bermain dan bercanda dengan anak-anak kita, bahkan saat kita bermain atau bercanda dengan mereka kita bisa mengajari mereka dengan apa-apa yang mereka butuhkan, insya Alloh. Janganlh kita merasa segan atau malu apabila dilihat saat bercanda dengan buah hati kita. Sungguh Nabi kita, Nabi Muhammad pun tidaklah malu melakukan hal itu, beliau lakukan itu sebagai uswah bagi ummatnya. Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk meneledani beliau shallallahu `alaihi wassalam. Amin.



4 komentar:

DzuLagiL mengatakan...

salam,
teruskan berkarya...

maktabahsunnah mengatakan...

Assalamu'alaykum
memenuhi undangan antum, ana sempatkan mampir disini akh, ana tertarik untuk membaca tulisan2 disini, bermanfaat insya'allah.
barakallahuffikum wa ahliikum wa maalikum.

-admin-
www.maktabahsunnah.wordpress.com

dentingjiwa mengatakan...

assalamu'alaikum,,
memang mengajarkan suatu kebaikan alangkah lebih baiknya kalu sejak dini,jadi sampai kapanpun akan selalu melekat pada pikiran dan hati mereka

Health for All mengatakan...

benar juga, adab bercandanya gimana