Sabtu, 27 Desember 2008

Aisyah binti Abi Bakar

`Aisyah binti Abi bakar

Anak-anak semoga Alloh menjaga kalian selalu. Setelah Nabi kita Muhammad shallahu `alaihi wassalam menikah dengan Saudah binti Zam`ah, maka beliau kemudian menikahi putri sahabat yang paling beliau cintai yaitu Abu Bakar ash sihddiq.
Ketahuilah anak-anak bahwa pernikahan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dengan putri Abu Bakar yaitu `Aisyah adalah perintah langsung dari Alloh ta`ala setelah wafatnya Khodijah .Dari 'Aisyah binti Abi bakar Rodhiallahu ‘anha, dia (`Aisyah)berkata,
"Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, "Aku melihat engkau dalam mimpiku selama tiga hari berturut-turut (sebelum aku menikahi engkau). Ada malaikat yang datang kepadaku dengan membawa gambarmu yang ditutup dengan secarik kain sutera. Malaikat itu berkata, 'Ini adalah istrimu'. Aku pun lalu membuka kain yang menutupi wajahmu. Ketika ternyata wanita tersebut adalah engkau ('Aisyah), aku lalu berkata: "Bila mimpi ini benar dari Alloh,pasti akan menjadi kenyataan."

(HR. Bukhori wa Muslim)


Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menikahi 'Aisyah saat baru berusia 6 tahun di Madinah sesudah beliau menikahi Saudah. Namun Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak langsung hidup serumah dengan 'Aisyah. Setelah kurang lebih tiga tahun hidup serumah dengan Saudah, maka pada Syawal setelah perang Badar, kemudian beliau hidup serumah dengan 'Aisyah. 'Aisyah menempati salah satu kamar yang terletak di sebelah masjid nabawi saat itu. Dinding bilik beliau hanya terbuat dari batu bata dengan hanya beratapkan pelepah kurma. Alas tidur beliau hanyalah kulit hewan yang diisi rumput kering, sedangkan alas duduk beliau adalah tikar kasar, sedang kelambu atau tirai kamar beliau hanya terbuat dari bulu hewan.

Anak- anak semoga Alloh menjaga kalian, tirulah beliau `Aisyah dalam menjalani kehidupan ini.'Aisyah adalah seorang istri berjiwa mulia, penyantun, dan sabar dalam kehidupan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang serba kekurangan, hingga pernah dalam jangka waktu yang lama di dapurnya tidak terlihat adanya api untuk pemanggangan roti atau keperluan masak lainnya. Selama itu mereka hanya makan kurma dan minum air putih.
Sepeninggal suami beliau Rosululloh shallahu `alaihi wassalam kesederhanaan beliau tidak berubah. Ambilah contoh anak-anak kisah dibawah ini:
Disaat immat islam berhasil menguasai berbagai negeri dimana berbagai kekayaan datang melimpah, 'Aisyah pernah diberi uang seratus ribu dirham, lalu uang itu langsung ia bagikan kepada orang-orang hingga tak tersisa sekeping pun di tangannya, padahal disaat bersamaan itu beliau sedang berpuasa dan tidak ada sedikitpun makanan untuk berbuka puasa.. Salah seorang yang membantu beliau un berucap berkata, "Alangkah baiknya kalau engkau membeli sekerat daging meski­pun satu dirham saja untuk berbuka puasa." Aisyah pun menjawab, "Seandainya engkau katakan hal itu dari tadi, pasti aku melakukannya."

`Aisyah binti Abi Bakar adalah adalah wanita yang selalu menjaga kemuliaan dirinya, sehingga dunia tidaklah dihiraukannya. Beliau adalah salah seorang murid langsung Nabi kita Muhammad dimana beliau sepeninggal nabi menguasai berbagai ilmu agama dan memiliki kemampuan berda`wah sebagai guru para shohabat dan sebagai rujukan untuk memahami hadits, sunnah, dan alqur`an.

Imam Az-Zuhri pernah berkata ,
"Seandainya ilmu semua wanita disatu­kan, lalu dibandingkan dengan ilmu 'Aisyah, tentulah ilmu 'Aisyah lebih utama daripada ilmu mereka."

Hisyam bin 'Urwah meriwayatkan dari ayahnya, ia berkata,
"Sungguh aku telah banyak belajar dari 'Aisyah. Belum pernah aku melihat seorang pun yang lebih pandai daripada 'Aisyah tentang ayat-ayat Al-Qur'an yang sudah diturunkan, hukum fardhu dan sunnah, syair, permasalahan yang ditanyakan kepadanya, hari-hari yang digunakan di tanah Arab, nasab, hukum, serta pengobatan. Aku bertanya kepadanya, "Wahai bibi, dari manakah engkau mengetahui ilmu pengobatan?" 'Aisyah menjawab, 'Aku sakit, lalu aku diobati dengan sesuatu, lalu ada orang lain sakit juga diobati dengan sesuatu, dan aku juga mendengar orang banyak, sebagian mereka mengobati sebagian yang lain, sehingga aku mengetahui dan meng­hafalnya. "

Ketahuilah anak-anak semoga Allah memudahkan hidup kalian dengan kebaikan. Aisyah selain memiliki berbagai keutamaan dan kemuliaan, 'Aisyah juga memmpunyai sifat sebagaimana seorang wanita yaitu sifat gampang cemburu. Bahkan dia termasuk istri nabi yang paling rasa pencemburu. Oh ya anak-anak ada peristiwa yang dpernah dituduhkan kepada beliau yang berupa tuduhan keji yang terkenal dengan sebutan Haditsul ifki yaitu kisah tertinggal aisyah dalam suatu perjalanan bersama nabi, dimana beliau turun dri unta untuk mencari kalungnya yang terjatuh dan turunny beliau tidak diketahui nbai dan shohabat lainnya, lalau beliau kembali ke madinah dengan dikawal seorang shahabat yang kebetulan terakhir kembali dan disinilah awal tuduhan yang diarahakan pada beliau.Padahal yang dituduhkan kepadanya, padahal diri 'Aisyah sangat jauh dengan apa yang dituduhkan itu. Akhirnya Alloh turunkan ayat al-Qur'an yang menerangkan kesucian dirinya.

Ketika Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam sakit sekembalinya dari haji Wada' dan merasa bahwa ajalnya sudah dekat, seperti biasa beliau berkeliling kepada istri-istri beliau sebagaimana biasanya dan beliau selalu bertanya; "Di mana saya besok? Di mana saya lusa?" Hal ini mengisyaratkan bahwa beliau ingin segera sampai pada hari giliran 'Aisyah. Para istri Nabi yang lain pun memahaminya dan merelakan nabi untuk tinggal di tempat istri yang mana yang beliau sukai selama sakit, sehingga seluruh istri nabi berkata' "Ya Rosulullah, kami rela memberikan giliran kami kepada 'Aisyah. Di sana 'Aisyah menjaga dan merawat beliau, bahakan `Aisyah pernah berharap rasa sakit yang diderita nabi itu berpindah kepadanya. 'Aisyah berkata,"Aku rela menjadikan diriku, ayahku, dan ibuku sebagai tebusanmu, wahai Rosulullah." Tak lama kemudian Rosululloh Muhammad shallallahu `alaihi wassalam pun wafat di atas pangkuan 'Aisyah.

Dalam riwayat Imam Muslim 'Aisyah melukiskan detik-detik terakhir dari kehidupan Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam sebagai berikut,
"Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam meninggal dunia di rumahku, pada hari giliranku, dan beliau bersandar di dadaku. Sesaat sebelum beliau wafat, 'Abdur Rahman bin Abu Bakar (saudaraku) datang menemuiku sambil membawa siwak, kemudian Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam melihat siwak tersebut, sehingga aku mengira bahwa beliau menginginkannya. Siwak itu pun aku minta, lalu kukunyah (supaya halus)dan kuprcepat, lalu kubersihkan sebaik-baiknya sehingga siap dipakai. Lalu siwak itu kuberikan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau pun bersiwak dengan sebaik-baiknya, sehingga belum pernah aku melihat cara ber­siwak beliau sebaik itu. Setelah itu beliau bermaksud memberi­kannya kembali kepadaku, namun tangan beliau lemas. Aku pun mendo'akan beliau dengan do'a yang biasa diucapkan Jibril untuk beliau dan yang selalu beliau baca bila beliau sedang sakit. (Alloohumma robban naasi... dst.) Akan tetapi, saat itu beliau tidak membaca do'a tersebut, melainkan beliau mengarahkan pandangannya ke atas, lalu membaca do'a, 'Arrofiiqol a'laa (Ya Alloh, kumpulkanlah aku di surga bersama mereka yang derajatnya paling tinggi: para nabi, shiddiqin, syuhada', dan sholihin). Segala puji bagi Alloh yang telah menyatukan air liurku dengan air liur beliau pada penghabisan hari beliau di dunia."

Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dimakamkan di kamar 'Aisyah, tepat di tempat beliau meninggal. Sepeninggal beliau 'Aisyah banyak menghabiskan waktunya untuk memberikan ta'lim. baik kepada kaum laki-laki maupun wanita (di rumahnya) dan banyak berperan serta dalam dmenda`wahkan sunnah dan kemurnian islam sampai wafatnya. 'Aisyah wafat pada malam Selasa bulan Romadhon tahun 57 Hijriyah pada usia 66 tahun.

Demikianlah anak- anak, semoga kita bisa mengambil manfaat dan mengikuti jejak beliau terutama bagi kalian wahai para muslimah (wanita) yang kelak akan mengarungi kehidupan mendampingi suami kalian . Semoga Alloh mengabulakn doa-doa kita selalu. Amin.

1 komentar:

NaJah NaJihaH mengatakan...

terima kasih kembali..
harap tak kisah saya addlink kan akhi ya!