Rabu, 17 Desember 2008

Sauda binti Zam`ah

Saudah binti Zam`ah


Anak anak semoga Allah ta`ala memberkahi kalian,ketahuilah sepeninggal Khodijah, Rasululloh shallallahu `alaihi wassalam menikah dengan shohabiyah bernama Sauda binti Zam`ah, siapakah beliau? Beliau bernama lengkap Saudah binti Zam'ah bin Qois bin `Abdi Syams bin Abud Al-Quraisyiyah Al-Amiriyyah. Ibu beliau bernama Asy-Syamus binti Qois bin Zaid bin `Amru dari Bani Najjar. Sebelum menikah dengan nabi beliau pernah menikah dengan As-Sakar bin `Amru saudara dari Suhair bin Amru Al-Amiri, beliau bersama delapan orang dari Bani Amir hijroh meninggalkan Makkah menuju Habasyah untuk menyelamatkan agamanya . Semasa tinggal dinegeri asing (Habasyah) beliau harus kehilangan suami beliau sang muhajirin dan beliaupun oleh Allah diberi ujian menjadi seorang janda disamping juga ujian dinegeri asing.

Oleh karena itu Khoulah binti Hakim as-Salimah menawarkan Saudah untuk beliau Nabi Muhammad shallahu `alaihi wassalam sebagai pengganti Khodijah dan untuk merringankan beban Sauda dan akhirnya nabi menikahi beliau dimana beliau mendampinginya dan membantunya menghadapi kerasnya kehidupan terlebih usia Sauda yang sudah menua.

Telah tercatat dalam sejarah tak seorangpun sahabat yang berani mengajukan masukan kepada Rosulullah Shallallahu 'alaihi wasallam tentang pernikahan beliau setelah wafatnya Ummul Mukminin Khodijah binti Khuwailid yang telah mengimani beliau disaat menusia mengkufurinya dan menyerahkan seluruh hartanya disaat orang lain menahan berntuan terhadapnya dan bersamanya pula Allah mengkaruniakan kepada nabianak-anak.

Akan tetapi hampir-hampir kesusahan menjadi berkepanjangan hingga Khaulah binti Hakim memberanikan diri mengusulkan kepada Rasulullah dengan cara yang lembut .
Khoulah :Tidakkah anda ingin menikah ya Rosulullah?
Nabi :Dengan siapa saya akan menikah setelah dengan Khodijah?
Khaulah :Bila anda ingin bisa dengan seorang gadis dan bisa pula dengan seorang janda.
Nabi : Bila dengan seorang gadis, siapa gadis tersebut?
Khaulah :Putri dari orang yang anda cintai yakni `Aisyah binti Abu Bakar.
Nabi : Bila dengan seorang janda?
Khaulah : Dia adalah Saudah binti Zam'ah, seorang wanita yang telah beriman kepada anda dan mengikuti yang anda bawa.

Maka menikahlah nabi kita dengan Sauda binti Zam`ah. Suku Quraisy Makkah merasa heran terhadap pernikahan Nabi dengan Saudah binti Zam'ah. Mereka bertanya-tanya seolah-olah tidak percaya dengan kejadian tersebut, seorang janda yang telah lanjut usia dan tidak begitu cantik menggantikan posisi Sayyidah wanita Quraisy dan hal itu menarik perhatian bagi para pembesar-pembesar diantara mereka.

Adapun Saudah radhiallaahu 'anha mampu untuk menunaikan kewajiban dalam rumah tangga nabi dan melayani putri-putri Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam.
Setelah tiga tahun rumah tangga tersebut berjalan maka masuklah `Aisyah dalam rumah tangga nabi,kemudian disusul kemudian istri-istri yang lain seperti Hafsoh binti `Umar , Zainab, Ummu Salamah dll. Saudah rodhiallahu 'anha menyadari bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wasallam menikahi dirinya melainkan karena kasihan melihat kondisinya setelah kepergian suaminya yang meninggal, bagi beliau hal itu telah jelas sata Nabi Shallallaahu 'alaihi wasallam ingin menceraikan beliau dengan cara yang baik untuk memberi kebebasan kepada beliau, namun nabi nerasa bahwa hal itu akan menyakiti hatinya sehingga saat nabi menyampaikan isi hatinya keinginannya untuk menceraikan beliau, maka beliau berkata, "Ya Rosululloh tahankanlah aku di sisi engkau. Demi Alloh tiadalah keinginanku diperistri itu karena ketamakan saya akan tetapi hanya berharap agar Alloh membangkitkan aku pada hari kiamat dalam keadaan menjadi istri engkau."

Anak-anak semoga Allah menjaga kalian, demikianlah Saudah rodhiallahu 'anha lebih mendahulukan keridhoan suaminya yang mulia, maka beliau berikan hari giliran beliau kepada `Aisyah untuk menjaga hati Rosulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam .
Maka Rosulullah menerima usulan istrinya yang memiliki perasaan yang halus tersebut, maka Alloh berfirman yang artinya,

"Maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian dan sebenarnya perdamaian itu lebih baik (bagi keduanya)."
(An-Nisa':128).

Saudah binti Zam`ah bersama ddalam dirumah tangga nabi dengan mengharap ridho Alloh semata dan beliau mndapat gelar Ummul Mukminin sebagaiaman istri-istri nabi lainnya dan menjadi istri nabi di jannah. Akhirnya wafatlah Saudah binti Zam`ah rodhiallaahu 'anha pada akhir pemerintahan Khulafaur Rosyidin yang kedua yaitu pada masa `Umar bin Khottob.

Ummul Mukminin `Aisyah selalu teringat akan perilaku beliau dan terkesan akan kesetiaannya. `Aisyah berkata, "Tiada seorang wanitapun yang paling aku sukai agar aku memiliki sifat seperti dia melebihi Saudah binti Zam'ah tatkala berusia senja yang mana dia berkata, "Ya Rosulullah aku hadiahkan kunjungan anda kepadaku untuk `Aisyah, hanya saja beliau berwatak keras".

Anak-anak itulah teladan bagi kita semua terutama muslimah agar bisa berbakti kepada suaminya selama dalam ketaatan dan hanya mengharap ridho Allah ta`ala saja dan semoga kita dimudahkan dalam itu. Amin.

Tidak ada komentar: