Minggu, 14 Desember 2008

Memenuhi Janji

Memenuhi Janji


Kepada ummi dan abi yang tengah mendidik buah hatinya, acapkali kita menginginkan anak-anak kita melakukan sesuatu yang kita perintahkan, terkadang anak kita segera mengerjakan perintah kita terkadang mereka enggan atau menundanya. Sebagian dari kita sebagian bisa bersabar atas hal itu dan mereka terus membujuknya dengan lemah lembut, sebagian juga tidak bersabar atas tingkah laku anaknya. Orangtua yang lain ada yang menghukum atau memberi iming-iming hadiah apabila sang anak bersedia dan bersegera mengerjakan apa yang diinginkan orangtuanya, terkadang pula diberi hukuman. Demikian pula bila kita melarang anak-anak kita melakukan sesuatu maka kita akan melakukan hal yang sama.

Ketahuilah wahai ummi dan abi semoga kalian dirohmati oleh Alloh, tidaklah mengapa kita memberi janji pada buah hati kita agar mereka bersegera mengerjakan perintah kita, tentunya perintah yang baik yang tidak melanggar larangan Alloh dan Rosul-Nya atau melarang mereka. Tapi janganlah janji tadi hanya sekedar janji di lisan yang tidak ada realisasinya karena berbagai alasan yang kita buat untuk membenarkan tindakan kita dalam melanggar janji kita. Ketahulah ummi dan abi tindakan kita yang berbohong pada anak-anak kita akan membri beberapa dampak yang besar, misalnya kita tercatat sebagai pembohong atau pendusta apabila tidak memenuhi janji kita, tentunya antum semua mengetahui dengan benar kisah seorang shohabiyah yang memanggil anaknya didepan Rosululloh shallallahu `alaihi wassalam agar datang memenuhi panggilannya dan akan diberi sesuatu, lalu Rosululloh shallallahu `alaihi wassalam mengingatkan shobabiyah tadi untuk memenuhi janjinya karena bila tidak ia akan tercatat sebagai seorang pendusta.
Lihatlah ummi dan abi begitu besar perhatian Rosululloh shallallahu `alaihi wassalam akan hal berbohong walau pada anak kecil.Nama kita akan tercatat sebagi pendusta dan belum lagi dosa yang kita terima dan betapa anak-anak kita akan menyaksikan orangtua mereka telah mengajarinya berbohong sehingga kelak ia akan mengikuti jejak orngtunya. lalu pertanggungjawaban kita pada anak-anak kta di hadapan Alloh bagaimana? Bukankah kita menginginkan anak-anak kita tumbuh menjadi seorang yang beraqidah salaf dan berakhlak salaf, sehingga marilah kita belajar dan memohon kepada Alloh agar kita bisa memberi pengajaran dan memberi tauladan bagi anak-anak kita.

Cukuplah bagi kita yang oleh Alloh amanahkan anak-naka yang kelak kita dimintai pertanggungjawaban akan hadits Rosululloh shallallhu `alaihi wassalam yang artinya,
"Tanda orang munafik ada tiga, bila berkata berdusta, bil berjanji tidak dipenuhi, bila dberi amanah berkianat."
(HR. Bukhori wa Muslim)

dan ingatlah kita pada firman Alloh yang artinya,
"Sungguh besar kebencian disisi Alloh pada mereka yang berkata tetapi mereka tidak mengamalakannya."
(Ash Shof:4)

Semoga kita tidak dimasukkan oleh Alloh pada hal tersebut. Marilah kita bersegera memperbaiki amal-amal kita dan meneledanai Rosululloh shallahllahu `alaihi wassalam dalam mendidik anak-anak buah hati kita.

1 komentar:

rodhiyah mengatakan...

assalamu`alaikum
terimakasih postingannya, bener juga kita harus kasih contoh pada anak-anak, moga kita bisa n Alah kabulkan doa-doa kita